Abstract:
Kebutuhan pasokan energi listrik cadangan di PTPN IV Regional I Gunung Pamela
didukung oleh fasilitas generator set diesel Cummins dengan kapasitas 275 kVA.
Kondisi operasional fasilitas yang menyuplai perkantoran, perumahan, dan pompa
air ini menghasilkan profil pembebanan yang sangat fluktuatif. Variasi pembebanan
tersebut secara langsung memengaruhi kinerja operasional, tingkat konsumsi bahan
bakar, dan efisiensi sistem konversi energi generator. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dampak perubahan beban terhadap tingkat efisiensi dan Specific Fuel
Consumption (SFC) pada generator set diesel tersebut. Metode yang digunakan
adalah pendekatan deskriptif kuantitatif melalui observasi lapangan dan
perhitungan data operasional (logbook) yang diklasifikasikan ke dalam empat
skenario pembebanan representatif, yaitu dari beban terendah 35 kVA hingga beban
puncak 110 kVA. Hasil analisis matematis menunjukkan adanya korelasi positif
antara persentase beban dengan efisiensi sistem. Pada kondisi beban terendah (35
kVA atau 12,72% dari kapasitas), efisiensi operasional berada di titik terendah yaitu
14,15% dengan nilai SFC yang sangat boros sebesar 0,714 Liter/kWh. Sebaliknya,
pada saat beban puncak siang hari (110 kVA atau 40,00%), tingkat efisiensi
meningkat secara signifikan mencapai 32,36% dengan konsumsi bahan bakar yang
lebih efektif di angka SFC 0,312 Liter/kWh. Kesimpulan dari penelitian ini
menunjukkan bahwa generator set Cummins 275 kVA bekerja secara terus-menerus
dalam kondisi underload karena belum menyentuh titik pembebanan optimal mesin
diesel di kisaran 60% – 80%. Kondisi ini mengakibatkan generator beroperasi
dengan efisiensi yang kurang maksimal akibat dominasi rugi-rugi daya konstan
pada saat beban kelistrikan rendah.