| dc.description.abstract |
Panel surya monokristalin mengalami penurunan kinerja ketika suhu kerja
meningkat akibat paparan radiasi matahari. Kondisi tersebut dapat menyebabkan
penurunan tegangan dan daya keluaran panel surya. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh penggunaan pendingin pasif heatsink terhadap suhu kerja,
karakteristik listrik, dan daya keluaran panel surya monokristalin 20 WP. Penelitian
menggunakan metode kuantitatif eksperimental dengan membandingkan kinerja
panel surya tanpa pendingin dan panel surya menggunakan pendingin pasif
heatsink. Sistem pengukuran berbasis ESP32 digunakan untuk memantau dan
merekam parameter suhu, tegangan rangkaian terbuka (Voc), tegangan kerja
(Vmp), arus keluaran (Imp), dan daya keluaran. Pengujian dilakukan melalui
pengambilan data tanpa beban selama dua hari dan pengujian berbeban selama
empat hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendingin pasif
heatsink menurunkan suhu rata-rata panel dari 43,61°C menjadi 41,65°C, atau
sebesar 1,96°C (4,49%). Nilai rata-rata Voc meningkat dari 23,50 V menjadi 23,69
V, Vmp meningkat dari 7,38 V menjadi 7,46 V, dan Imp meningkat dari 0,48 A
menjadi 0,53 A. Peningkatan karakteristik listrik tersebut menghasilkan kenaikan
daya keluaran rata-rata dari 4,45 W menjadi 5,02 W, atau meningkat sebesar 0,57
W (12,81%). Dengan demikian, penggunaan pendingin pasif heatsink terbukti
dapat menurunkan suhu kerja dan meningkatkan daya keluaran panel surya
monokristalin 20 WP pada kondisi pengujian yang dilakukan. |
en_US |