| dc.description.abstract |
Sistem pentanahan merupakan komponen penting dalam sistem proteksi petir pada
gardu induk karena berfungsi menyalurkan arus petir ke tanah secara aman sehingga
meminimalkan risiko kerusakan peralatan dan bahaya terhadap manusia. Kinerja
sistem pentanahan yang baik sangat menentukan keandalan operasi gardu induk,
terutama saat terjadi sambaran petir dengan arus tinggi. Penelitian ini bertujuan
menganalisis nilai resistansi pentanahan, menilai efektivitas sistem proteksi petir
berdasarkan parameter Ground Potential Rise (GPR), tegangan sentuh, dan
tegangan langkah, serta mengevaluasi kesesuaiannya dengan standar IEC 62305-3.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif melalui analisis data teknis lapangan
dan simulasi menggunakan MATLAB. Data yang digunakan meliputi resistivitas
tanah, konfigurasi sistem pentanahan, serta karakteristik arus petir impuls 10/350 μs
sebesar 17 kA. Hasil penelitian menunjukkan nilai resistansi pentanahan sebesar
0.736 Ω, yang menghasilkan nilai GPR maksimum sekitar 12.517.97V, tegangan
sentuh sebesar 1.251.80 V, dan tegangan langkah sebesar
1.877.70 V. Seluruh parameter masih berada dalam batas aman berdasarkan standar
IEC 62305-3 sehingga sistem pentanahan mampu mengalirkan arus petir secara
efektif, mengurangi kenaikan potensial tanah, serta meminimalkan risiko gangguan
terhadap peralatan dan keselamatan personel. Berdasarkan hasil analisis dan
simulasi, sistem proteksi petir di Gardu Induk Kotapinang dinyatakan memenuhi
ketentuan IEC 62305-3 dan memiliki tingkat efektivitas yang baik dalam
melindungi instalasi gardu induk dari dampak sambaran petir. |
en_US |