Abstract:
Gangguan tegangan lebih transien akibat sambaran petir dan switching dapat
menyebabkan kerusakan pada peralatan kontrol gardu induk sehingga diperlukan
sistem proteksi internal yang mampu membatasi tegangan lebih. Salah satu
perangkat yang digunakan adalah Surge Protective Device (SPD), yang
efektivitasnya dipengaruhi oleh kesesuaian spesifikasi, instalasi, koordinasi
proteksi, dan sistem pentanahan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kesesuaian
instalasi dan spesifikasi SPD berdasarkan IEC 61643-11 dan IEC 62305-4,
mengevaluasi efektivitas SPD menggunakan simulasi Alternative Transients
Program Draw (ATPDraw), serta menyusun rekomendasi teknis untuk optimalisasi
proteksi panel kontrol Gardu Induk Binjai. Metode penelitian meliputi observasi
kondisi eksisting, evaluasi berdasarkan konsep Lightning Protection Zone (LPZ),
pemodelan sistem pada ATPDraw, dan simulasi arus surja sebesar 40 kA, 70 kA,
dan 110 kA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instalasi dan spesifikasi SPD
telah memenuhi kriteria berdasarkan IEC 61643-11 dan IEC 62305-4. Tegangan
puncak pada Titik Pengukuran 1 (TP1) sebesar 1700,6 V, 1847,3 V, dan 1974,5 V
berhasil direduksi menjadi 335,5 V, 338,0 V, dan 339,8 V pada TP4, dengan
persentase reduksi masing-masing 80,27%, 81,70%, dan 82,79%. Seluruh tegangan
TP1 masih berada di bawah Up SPD LVMDP sebesar ≤2 kV, namun arus 110 kA
telah melampaui Imax sebesar 100 kA. Berdasarkan hasil tersebut, rekomendasi
teknis yang diberikan meliputi verifikasi kebutuhan rating arus SPD LVMDP
melalui kajian risiko serta pemeriksaan kondisi dan karakteristik SPD secara
berkala, terutama pada titik dengan margin Up relatif tipis, sehingga efektivitas
sistem proteksi dapat dipertahankan selama operasi.