Abstract:
Salah satu persimpangan yang dilengkapi dengan Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas
(APILL) di Kecamatan Medan Helvetia adalah simpang Jalan Asrama-Jalan Kapten
Sumarsono-Jalan Gaperta-Jalan Gaperta Ujung merupakan simpang bersinyal
empat lengan. Arus lalu lintas pada simpang ini tergolong tinggi karena berfungsi
sebagai akses utama bagi masyarakat karena berada pada lingkungan komersial dan
juga jalur mobilitas pengendara kendaraan berat. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kinerja simpang bersinyal tersebut serta memberikan rekomendasi
perbaikan untuk mengatasi permasalahan lalu lintas yang terjadi. Analisis dilakukan
menggunakan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 sebagai dasar
pedoman resmi yang berlaku di Indonesia dan juga menggunakan Software PTV
Vissim Student Version 2026. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi simpang
berada pada tingkat pelayanan (ITP) F dengan Tundaan rata-rata (Vehicle Delay)
sebesar 187,7 det/smp dan Panjang Antrian rata-rata (Queue Length) sebesar 147,7
m. Pada simpang tersebut terdapat 8 konflik menyebar, 8 konflik menyatu dan 2
konflik menyilang yang disebabkan karena perilaku pengendara, dan tingginya
volume lalu lintas terutama pada jalan minor. Saran yang dapat diberikan adalah
pelebaran badan jalan pada jalan minor, pengaturan ulang sistem APILL, atau
dengan cara menutup simpang demi kelancaran aktivitas berkendara.