Abstract:
Banjir yang melanda di kota medan sebanyak 32 kali dalam setahun disebabkan
oleh menipisnya lahan resapan sehingga diperlukannya inovasi yang mampu
mengurangi atau memberi ruang untuk resapan air, beton berpori adalah salah satu
inovasinya. Penelitian ini di tujukan untuk mengkaji tentang penggunaan Abu
Bawah Batubara yang bentuknya masih berupa agregat kasar (batubara) sebagai
bahan substitusi parsial terhadap agregat kasar, Persentase yang digunakan
sebesar 10%, 15% dan 20% dari berat agregat kasar. Standart yang digunakan
untuk perencanaan pada campuran dan pembuatan beton berpori mengacu pada
ACI 522R-10, Sedangkan pengujian yang dilaksanakan terhadap beton berpori ini
mengacu pada standar SNI 1974:2011, pengujian lanjutan yang berupa porositas
dan permeabilitas menggunakan standar ACI 522R-10. Hasil kuat tekan pada
beton berpori standar yaitu 4,25 Mpa, dengan substitusi abu bawah batubara
menghasilkan penurunan secara signifikan yaitu sebesar 4,09 Mpa (3,76%), 3,40
Mpa (20%) dan 2,95 (30,59%) Mpa. Nilai porositas yang didapatkan pada beton
nornal yaitu sebesar 20,09% dan pada konsentrasi variasi yaitu sebesar 12,35%,
14,47% dan 14,31%, dan pada pengujian permebilitas beton normal sebesar 0,48
cm/s dan pada variasi persentase nya yaitu 0,79 cm/s (64,58%), 0,94 cm/s
(95,83%) dan 0,88 cm/s (83,33%). Persentase terbaik yaitu sebesar 15% dengan
nilai kuat tekan yang diatas standar minimum dengan nilai porositas yang rendah
namun nilai permeabilitas yang cuku baik. Di harapkan untuk penelitian
selanjutnya menggunakan abu bawah batubara yang berupa agregat halus.