Abstract:
Peningkatan kebutuhan beton dalam sektor konstruksi berdampak signifikan
terhadap eksploitasi agregat alam, khususnya pasir halus. Penambangan pasir
secara berlebihan berpotensi merusak ekosistem, sehingga diperlukan bahan
alternatif ramah lingkungan seperti limbah keramik. Penelitian ini bertujuan untuk
menguji pengaruh substitusi limbah keramik sebagai pengganti sebagian agregat
halus terhadap kuat tekan dan workability beton segar. Metode eksperimental
dilakukan dengan merencanakan mutu beton target f'c 20 MPa mengacu pada SNI
03-2834-2000 dengan faktor air-semen (FAS) 0,45. Variasi persentase limbah
keramik yang digunakan adalah 0% (Beton Normal/BN), 4% (BCLK 4%), 8%
(BCLK 8%), dan 12% (BCLK 12%) dari berat agregat halus. Pengujian dilakukan
pada benda uji berbentuk silinder (diameter 15 cm, tinggi 30 cm) sebanyak 12
sampel yang diuji pada umur 28 hari. Hasil pengujian kemudahan pengerjaan
(workability) melalui slump test menunjukkan adanya penurunan nilai slump
seiring bertambahnya persentase limbah keramik, yaitu 100 mm pada beton normal,
98 mm (4%), 95 mm (8%), dan 89 mm (12%). Penurunan workability ini
disebabkan oleh tekstur permukaan limbah keramik yang kasar, berbentuk
bersudut, serta tingkat penyerapan air yang lebih tinggi dibandingkan pasir alami.
Hasil pengujian kuat tekan rata-rata umur 28 hari menunjukkan nilai sebesar 20,70
MPa (BN), 16,80 MPa (BCLK 4%), 15,60 MPa (BCLK 8%), dan 14,60 MPa
(BCLK 12%). Terjadi penurunan kuat tekan beton seiring dengan peningkatan
kadar substitusi limbah keramik akibat berkurangnya air bebas yang memengaruhi
kelecakan serta kerapatan matriks mikro beton. Merekondisikan batas penggunaan
persentase limbah keramik dan optimasi kadar air sangat penting agar beton
memenuhi kriteria kekuatan struktural yang direncanakan.