Abstract:
Penggunaan semen sebagai bahan utama beton dapat memberikan kontribusi
terhadap peningkatan emisi karbon, sehingga diperlukan upaya pemanfaatan
bahan alternatif yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini dilakukan untuk
mengetahui pengaruh serbuk cangkang telur (SCT) dan silica fume (SF)
sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan beton pada umur 28 hari
serta memperoleh komposisi campuran yang memberikan hasil optimum.
Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan delapan variasi
campuran, yaitu beton normal, SCT sebesar 5%, 7,5%, dan 10%, SF sebesar
5%, serta kombinasi SF 5% dengan SCT masing-masing sebesar 5%, 7,5%,
dan 10%. Penelitian menggunakan 24 benda uji berbentuk silinder dengan
ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Pengujian yang dilakukan meliputi
pengujian slump dan kuat tekan beton pada umur 28 hari dengan mengacu pada
standar SNI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan penggunaan
SCT dan kombinasi SCT dengan SF menyebabkan nilai slump mengalami
penurunan dibandingkan beton normal. Nilai kuat tekan beton normal sebesar
25,14 MPa, sedangkan seluruh variasi campuran menghasilkan nilai kuat tekan
yang lebih tinggi. Kuat tekan maksimum diperoleh pada campuran SCT 5% +
SF 5% dengan nilai sebesar 26,80 MPa atau mengalami peningkatan sebesar
6,60% terhadap beton normal. Berdasarkan hasil tersebut, kombinasi SCT 5%
dan SF 5% merupakan variasi optimum dalam penelitian ini dan menunjukkan
bahwa penggunaan kedua material tersebut sebagai pengganti sebagian semen
dapat meningkatkan kuat tekan beton.