Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran abu cangkang sawit
(ACS) dan abu cangkang kelapa (ACK) terhadap kuat tekan mortar. Mortar
merupakan material komposit yang terdiri dari semen, pasir dan air yang digunakan
untuk pasang bata dan plasteran dalam sebuah konstruksi. Penggunaan abu
cangkang sawit dan abu cangkang kelapa digunakan untuk mengganti sebagian
komposisi semen guna mengurangi dampak lingkungan dikarenakan abu tersebut
merupakan limbah dari produksi minyak sawit dan kelapa yang banyak dijumpai di
Indonesia ini. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen laboratorium dengan
variasi persentase abu cangkang sawit sebesar 0%, 2%, 4%, dan 6%, serta
penambahan abu cangkang kelapa sebesar 4% berdasarkan berat semen. Untuk
faktor air semen (FAS) yang digunakan sebesar 0,40. Pengujian kuat tekan dan
penyerapan air (absorbtion) dilakukan setelah perawatan (curing) selama 28 hari.
Hasil pengujian menunjukkan nilai kuat tekan pada variasi persentase abu cangkang
sawit (ACS) 6% paling optimal yaitu sebesar 16,09 MPa. Untuk penambahan abu
cangkang kelapa (ACK) nilai paling optimal nya terdapat pada variasi persentase
ACS 2% + ACK 4% yaitu sebesar 15,89 MPa. Dan nilai pengujian penyerapan air
(absorbtion) paling optimal terdapat pada variasi persentase ACS 6% yaitu sebesar
10,57%. Berdasarkan hasil tersebut, penambahan abu cangkang sawit dapat
mempengaruhi nilai kuat tekan pada mortar.