Abstract:
Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering melanda Desa Dalu Sepuluh
A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang, yang disebabkan oleh
luapan Sungai Sei Blumai akibat curah hujan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis tingkat kerentanan (sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan) serta
kapasitas masyarakat terhadap risiko bencana banjir di Desa Dalu Sepuluh A,
sekaligus merumuskan strategi mitigasi dan peningkatan kapasitas masyarakat guna
mengurangi risiko bencana. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kuantitatif yang mengacu pada pedoman BNPB No. 2 Tahun 2012,
dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dokumentasi, dan
kuesioner dari instansi terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks bahaya
banjir berada pada kategori tinggi (1,00), indeks kerentanan sebesar 0,74 (tinggi),
dan indeks kapasitas masyarakat sebesar 0,59 (sedang). Berdasarkan hasil tersebut,
diperoleh nilai indeks risiko banjir sebesar 0,67 yang tergolong dalam kategori
tinggi. Kapasitas masyarakat yang tergolong sedang, khususnya pada aspek
evakuasi dan kelembagaan, turut membantu menekan tingkat risiko secara
keseluruhan, namun aspek pendidikan dan penyuluhan kebencanaan masih
tergolong rendah. Hasil penelitian ini mengindikasikan bahwa peningkatan
kapasitas masyarakat, khususnya melalui pendidikan kebencanaan, penguatan
kelembagaan lokal, dan sistem peringatan dini, merupakan strategi utama dalam
upaya mitigasi risiko banjir di wilayah rawan seperti Desa Dalu Sepuluh A.