Abstract:
Beton merupakan material konstruksi yang memiliki kuat tekan tinggi dan banyak
digunakan pada berbagai jenis bangunan. Air kelapa tua (Cocos nucifera)
mengandung gula dan mineral yang berpotensi memengaruhi proses hidrasi semen
sehingga menarik untuk dimanfaatkan sebagai substitusi sebagian air pencampur
beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kadar air kelapa
tua sebesar 10%, 20%, dan 30% sebagai substitusi sebagian air pencampur terhadap
kuat tekan beton pada umur 7, 14, dan 28 hari, menganalisis perkembangan kuat
tekan beton pada setiap umur pengujian, serta menentukan variasi substitusi yang
memberikan hasil optimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi
campuran memiliki nilai slump yang masih berada pada rentang rencana sebesar
75–100 mm. Kuat tekan beton meningkat seiring bertambahnya umur beton pada
seluruh variasi campuran. Beton normal menghasilkan kuat tekan rata-rata sebesar
6,79 MPa pada umur 7 hari, 11,69 MPa pada umur 14 hari, dan 16,59 MPa pada
umur 28 hari. Variasi substitusi air kelapa tua sebesar 20% menghasilkan kuat tekan
rata-rata tertinggi di antara seluruh variasi, yaitu sebesar 13,58 MPa pada umur 28
hari, diikuti variasi 10% sebesar 12,92 MPa dan variasi 30% sebesar 11,31 MPa.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan air kelapa tua sebagai substitusi
sebagian air pencampur memberikan pengaruh terhadap kuat tekan beton, namun
belum mampu menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan beton
normal. Variasi substitusi sebesar 20% merupakan variasi optimum pada penelitian
ini.