<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Electrical Engineering</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/27</link>
<description>Teknik Elektro</description>
<pubDate>Sat, 31 Oct 2026 23:05:23 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-31T23:05:23Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS PENGARUHVARIASI PARAMETER PIDTERHADAP RESPONS DAN STABILITAS SISTEM KENDALI MOTOR DC BERBASIS SIMULASI MATLAB/SIMULINK</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32582</link>
<description>ANALISIS PENGARUHVARIASI PARAMETER PIDTERHADAP RESPONS DAN STABILITAS SISTEM KENDALI MOTOR DC BERBASIS SIMULASI MATLAB/SIMULINK
RENDI PRATAMA, P ANHAR
Motor DC merupakan aktuator elektromekanik yang banyak digunakan dalam berbagai&#13;
aplikasi industri yang membutuhkan pengaturan kecepatan dan posisi secara presisi.&#13;
Penggunaan pengendali Proportional-Integral-Derivative (PID) merupakan metode yang&#13;
umum digunakan untuk menjaga kinerja sistem agar sesuai dengan nilai acuan (setpoint).&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi parameter proporsional (Kp),&#13;
integral (Ki), dan derivatif (Kd) terhadap respons transien dan stabilitas sistem kendali&#13;
kecepatan serta posisi sudut motor DC. Penelitian dilakukan secara simulasi menggunakan&#13;
perangkat lunak MATLAB/Simulink dengan pendekatan One-Factor-at-a-Time (OFAT),&#13;
di mana satu parameter divariasikan dari 0,5x hingga 1,5x nilai baseline, sementara&#13;
parameter lainnya dipertahankan konstan. Parameter kinerja yang dievaluasi meliputi rise&#13;
time, peak time, settling time, maximum overshoot, steady-state error, serta karakteristik&#13;
kestabilan berdasarkan analisis pole. Hasil pengujian pada sistem kendali kecepatan (orde&#13;
dua) menunjukkan bahwa peningkatan nilai $Kp mempercepat waktu respons sistem,&#13;
sedangkan peningkatan Ki mampu mempertahankan steady-state error di angka nol namun&#13;
memicu peningkatan overshoot. Penambahan parameter Kd terbukti efektif memberikan&#13;
efek redaman untuk meminimalisasi osilasi. Pada pengujian kendali posisi sudut (orde&#13;
tiga), sistem menunjukkan kecenderungan osilasi yang lebih tinggi. Namun, peningkatan&#13;
nilai Kd terbukti sangat efektif menekan lonjakan transien, menurunkan maximum&#13;
overshoot secara signifikan dari 21,65% menjadi 6,98%. Secara keseluruhan, variasi&#13;
masing-masing parameter PID memberikan pengaruh yang spesifik terhadap letak pole dan&#13;
rasio redaman, yang membuktikan pentingnya penentuan komposisi parameter PID yang&#13;
tepat untuk mencapai sistem kendali motor DC yang cepat, akurat, dan stabil.
</description>
<pubDate>Mon, 05 Oct 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32582</guid>
<dc:date>2026-10-05T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIVITAS KINERJA MOTOR TIGA FASA KOMPRESOR REFRIGERANT DENGAN PENERAPAN INVERTER VARIABLE FREQUENCY DRIVE DI INDUSTRI PENDINGIN</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32506</link>
<description>EFEKTIVITAS KINERJA MOTOR TIGA FASA KOMPRESOR REFRIGERANT DENGAN PENERAPAN INVERTER VARIABLE FREQUENCY DRIVE DI INDUSTRI PENDINGIN
ILHAM, WAHYUDI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pada kinerja motor listrik&#13;
tiga fasa yang digunakan sebagai penggerak kompresor refrigerant dengan&#13;
penerapan Inverter Variable Frequency Drive (VFD) di industri pendingin.&#13;
Penggunaan VFD memungkinkan pengaturan frekuensi dan kecepatan motor&#13;
secara fleksibel sesuai kebutuhan beban pendinginan sehingga diharapkan dapat&#13;
meningkatkan performa sistem serta mengoptimalkan konsumsi energi listrik.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan&#13;
pengujian variasi frekuensi VFD sebesar 35 Hz, 40 Hz, 45 Hz, dan 50 Hz. Parameter&#13;
yang diamati meliputi kecepatan sinkron motor, daya listrik yang digunakan, waktu&#13;
pencapaian suhu ruangan, laju penurunan suhu, serta indeks efektivitas energi.&#13;
Perhitungan kecepatan sinkron dilakukan menggunakan persamaan &#119873;&#119904; =&#13;
120&#119891;&#13;
&#119875;&#13;
,&#13;
sedangkan analisis efektivitas energi diperoleh dari perbandingan antara laju&#13;
penurunan suhu terhadap daya listrik yang dikonsumsi. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi VFD berbanding lurus dengan&#13;
kenaikan kecepatan motor dan daya listrik. Pada frekuensi 50 Hz diperoleh&#13;
kecepatan sinkron sebesar 3000 rpm dengan daya sekitar 198 kW serta laju&#13;
penurunan suhu sebesar 12,5 °C/jam. Nilai indeks efektivitas tertinggi juga&#13;
diperoleh pada frekuensi 50 Hz sebesar 0,063 °C/kW·jam. Hal ini menunjukkan&#13;
bahwa pengaturan frekuensi menggunakan VFD mampu meningkatkan kinerja&#13;
sistem pendingin secara optimal dan memberikan efisiensi operasional yang lebih&#13;
baik. Dengan demikian, penerapan VFD pada motor tiga fasa kompresor refrigerant&#13;
terbukti efektif dalam meningkatkan kontrol kecepatan, kestabilan suhu, serta&#13;
efisiensi energi pada industri pendingin.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32506</guid>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS KINERJA BUCK CONVERTER DAN BOOST CONVERTER PADA LAMPU (LED 5) WATT</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32505</link>
<description>ANALISIS KINERJA BUCK CONVERTER DAN BOOST CONVERTER PADA LAMPU (LED 5) WATT
HABIB, HARIWANSYAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja Buck Converter&#13;
dan Boost Converter dalam mengatur tegangan pada beban lampu LED DC 12 V/5 W,&#13;
serta menganalisis kemampuan sistem konversi daya dalam menghasilkan tegangan&#13;
keluaran yang sesuai dengan kebutuhan beban. Penelitian menggunakan pendekatan&#13;
kuantitatif dengan metode eksperimen melalui pengujian langsung terhadap dua&#13;
konfigurasi converter DC-DC menggunakan beban lampu LED yang sama. Boost&#13;
Converter menggunakan sumber dua baterai 18650 yang disusun seri dengan tegangan&#13;
nominal sekitar 7,4 V, sedangkan Buck Converter menggunakan Power Supply&#13;
Switching (SMPS) dengan tegangan keluaran 24 V DC. Pengujian dilakukan dengan&#13;
mengatur tegangan keluaran converter menggunakan potensiometer atau trimpot hingga&#13;
diperoleh tegangan 12,0 V DC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) Boost&#13;
Converter mampu menaikkan tegangan dari sekitar 7,4 V menjadi 12,0 V dengan&#13;
perubahan sebesar sekitar 4,6 V, sedangkan Buck Converter menurunkan tegangan dari&#13;
24 V menjadi 12,0 V dengan perubahan sebesar 12,0 V atau menghasilkan keluaran&#13;
sebesar 50% dari tegangan masukan; (2) kedua converter menghasilkan tegangan&#13;
keluaran 12,0 V yang sesuai dengan tegangan kerja lampu LED 12 V/5 W, dengan&#13;
karakteristik Boost sebagai step-up dan Buck sebagai step-down; dan (3) kedua&#13;
konfigurasi dapat digunakan untuk menyuplai beban LED melalui proses penyesuaian&#13;
tegangan sumber, tetapi tingkat efisiensi daya dan kestabilan sistem belum dapat&#13;
ditentukan secara kuantitatif karena data arus, daya input, daya output, variasi duty&#13;
cycle, dan perubahan tegangan selama pengoperasian belum tersedia. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pemilihan jenis converter perlu disesuaikan dengan karakteristik&#13;
tegangan sumber dan kebutuhan tegangan beban.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32505</guid>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>RANCANG BANGUN SMART LIFT REGENERATIF UNTUK PENGHEMATAN ENERGI</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32503</link>
<description>RANCANG BANGUN SMART LIFT REGENERATIF UNTUK PENGHEMATAN ENERGI
BAHUDDIN, HARAHAP
Perkembangan teknologi pada bangunan bertingkat menjadikan elevator atau lift&#13;
sebagai salah satu system transfortasi vertical yang sangat penting.namun, system&#13;
lift konvensional pada umumnya masih memiliki tingkat efisiensi energi yang&#13;
rendah karena seluruh proses operasinya bergantung pada suplay daya listrik pada&#13;
jaringan utama,tanpa memanfaatkan Kembali energi yang di hasilkan saat lift&#13;
bergerak turun .energi tersebut pada umumnya terbuang dalam entuk panas&#13;
melalui sitem pengereman ,sehingga menyebabkan pemborosan energi listrik&#13;
,terutama pada bangunan yang penggunaan liftnya berintensitas tinggi Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe smart lift regeneratip&#13;
berbasis Arduino yang mamfu menghemat energi listrik melalui pemanfaatan&#13;
energi regeneratif. dan metode penelitian ini yakni dengan menggunakan metode&#13;
rancang bangun yang meliputi tahap perancangan mekanik ,perancangan system&#13;
elektronik ,pemerograman mikro kontroler Arduino, serta pengujian kinerja&#13;
prototipe.parameter pengujian meliputi sitem control, kemampuan menyimpan&#13;
energi pada super kapasitor, serta potensi pengurangan konsumsi daya&#13;
listrik.Hasil yang di harapkan dari penelitian ini yakni terbentuknya sebuah&#13;
prototipe lift regeneratif yang dapat beroprasi secara otomatis dan menunjukkan&#13;
konsep pemanfaatan energi regneratif secara efektif.penelitian ini juga dapat di&#13;
harapkan menjadi refrensi awal dalam pengembangan system elevator hemat&#13;
enegi serta mendukung penerapan teknologi green building masa depan.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32503</guid>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
