<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>Faculty of Engineering</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/15</link>
<description>Fakultas Teknik</description>
<pubDate>Wed, 28 Oct 2026 02:34:09 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-10-28T02:34:09Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX PADA RUAS JALAN KL YOS SUDARSO</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32519</link>
<description>ANALISIS TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN LENTUR DENGAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX PADA RUAS JALAN KL YOS SUDARSO
Nazwa, Amelya Br Sihombing
Ruas Jalan KL Yos Sudarso Medan merupakan salah satu jalan arteri dengan&#13;
aktivitas lalu lintas yang cukup tinggi sehingga kondisi perkerasan perlu&#13;
diperhatikan untuk menjaga kenyamanan dan keamanan pengguna jalan. Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengklasifikasikan jenis kerusakan serta&#13;
mengetahui kondisi perkerasan lentur menggunakan metode Pavement Condition&#13;
Index (PCI). Penelitian dilakukan pada STA 0+000 sampai STA 2+800 dengan&#13;
panjang ruas 2,8 km yang dibagi menjadi 28 segmen, masing-masing sepanjang 100&#13;
meter. Data diperoleh melalui survei visual dengan mengidentifikasi jenis, tingkat&#13;
keparahan, dan luas kerusakan pada setiap segmen. Selanjutnya, data dianalisis&#13;
menggunakan metode PCI melalui perhitungan density, Deduct Value (DV),&#13;
Corrected Deduct Value (CDV), dan nilai PCI. Hasil penelitian menunjukkan&#13;
bahwa jenis kerusakan yang ditemukan meliputi lubang, retak memanjang, retak&#13;
kulit buaya, gelombang, pelepasan butir, pelepasan agregat, amblas, dan tambalan.&#13;
Kerusakan yang paling banyak ditemukan adalah retak kulit buaya dan tambalan.&#13;
Hasil perhitungan menunjukkan nilai PCI rata-rata sebesar 88,94 yang termasuk&#13;
kategori Sempurna (Excellent). Nilai PCI terendah dijalur kanan terdapat pada STA&#13;
0+600 s/d 0+700 dengan kategori Sedang (Fair), sedangkan nilai PCI terendah&#13;
dijalur kiri terdapat di STA 0+800 s/d 0+900 dengan kategori sedang (Fair). Secara&#13;
umum, kondisi perkerasan masih sangat baik, namun beberapa segmen memerlukan&#13;
pemeliharaan untuk mencegah kerusakan semakin parah.
</description>
<pubDate>Thu, 03 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32519</guid>
<dc:date>2026-09-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>EFEKTIVITAS KINERJA MOTOR TIGA FASA KOMPRESOR REFRIGERANT DENGAN PENERAPAN INVERTER VARIABLE FREQUENCY DRIVE DI INDUSTRI PENDINGIN</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32506</link>
<description>EFEKTIVITAS KINERJA MOTOR TIGA FASA KOMPRESOR REFRIGERANT DENGAN PENERAPAN INVERTER VARIABLE FREQUENCY DRIVE DI INDUSTRI PENDINGIN
ILHAM, WAHYUDI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pada kinerja motor listrik&#13;
tiga fasa yang digunakan sebagai penggerak kompresor refrigerant dengan&#13;
penerapan Inverter Variable Frequency Drive (VFD) di industri pendingin.&#13;
Penggunaan VFD memungkinkan pengaturan frekuensi dan kecepatan motor&#13;
secara fleksibel sesuai kebutuhan beban pendinginan sehingga diharapkan dapat&#13;
meningkatkan performa sistem serta mengoptimalkan konsumsi energi listrik.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan&#13;
pengujian variasi frekuensi VFD sebesar 35 Hz, 40 Hz, 45 Hz, dan 50 Hz. Parameter&#13;
yang diamati meliputi kecepatan sinkron motor, daya listrik yang digunakan, waktu&#13;
pencapaian suhu ruangan, laju penurunan suhu, serta indeks efektivitas energi.&#13;
Perhitungan kecepatan sinkron dilakukan menggunakan persamaan &#119873;&#119904; =&#13;
120&#119891;&#13;
&#119875;&#13;
,&#13;
sedangkan analisis efektivitas energi diperoleh dari perbandingan antara laju&#13;
penurunan suhu terhadap daya listrik yang dikonsumsi. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa peningkatan frekuensi VFD berbanding lurus dengan&#13;
kenaikan kecepatan motor dan daya listrik. Pada frekuensi 50 Hz diperoleh&#13;
kecepatan sinkron sebesar 3000 rpm dengan daya sekitar 198 kW serta laju&#13;
penurunan suhu sebesar 12,5 °C/jam. Nilai indeks efektivitas tertinggi juga&#13;
diperoleh pada frekuensi 50 Hz sebesar 0,063 °C/kW·jam. Hal ini menunjukkan&#13;
bahwa pengaturan frekuensi menggunakan VFD mampu meningkatkan kinerja&#13;
sistem pendingin secara optimal dan memberikan efisiensi operasional yang lebih&#13;
baik. Dengan demikian, penerapan VFD pada motor tiga fasa kompresor refrigerant&#13;
terbukti efektif dalam meningkatkan kontrol kecepatan, kestabilan suhu, serta&#13;
efisiensi energi pada industri pendingin.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32506</guid>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS KINERJA BUCK CONVERTER DAN BOOST CONVERTER PADA LAMPU (LED 5) WATT</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32505</link>
<description>ANALISIS KINERJA BUCK CONVERTER DAN BOOST CONVERTER PADA LAMPU (LED 5) WATT
HABIB, HARIWANSYAH
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik dan kinerja Buck Converter&#13;
dan Boost Converter dalam mengatur tegangan pada beban lampu LED DC 12 V/5 W,&#13;
serta menganalisis kemampuan sistem konversi daya dalam menghasilkan tegangan&#13;
keluaran yang sesuai dengan kebutuhan beban. Penelitian menggunakan pendekatan&#13;
kuantitatif dengan metode eksperimen melalui pengujian langsung terhadap dua&#13;
konfigurasi converter DC-DC menggunakan beban lampu LED yang sama. Boost&#13;
Converter menggunakan sumber dua baterai 18650 yang disusun seri dengan tegangan&#13;
nominal sekitar 7,4 V, sedangkan Buck Converter menggunakan Power Supply&#13;
Switching (SMPS) dengan tegangan keluaran 24 V DC. Pengujian dilakukan dengan&#13;
mengatur tegangan keluaran converter menggunakan potensiometer atau trimpot hingga&#13;
diperoleh tegangan 12,0 V DC. Hasil pengujian menunjukkan bahwa (1) Boost&#13;
Converter mampu menaikkan tegangan dari sekitar 7,4 V menjadi 12,0 V dengan&#13;
perubahan sebesar sekitar 4,6 V, sedangkan Buck Converter menurunkan tegangan dari&#13;
24 V menjadi 12,0 V dengan perubahan sebesar 12,0 V atau menghasilkan keluaran&#13;
sebesar 50% dari tegangan masukan; (2) kedua converter menghasilkan tegangan&#13;
keluaran 12,0 V yang sesuai dengan tegangan kerja lampu LED 12 V/5 W, dengan&#13;
karakteristik Boost sebagai step-up dan Buck sebagai step-down; dan (3) kedua&#13;
konfigurasi dapat digunakan untuk menyuplai beban LED melalui proses penyesuaian&#13;
tegangan sumber, tetapi tingkat efisiensi daya dan kestabilan sistem belum dapat&#13;
ditentukan secara kuantitatif karena data arus, daya input, daya output, variasi duty&#13;
cycle, dan perubahan tegangan selama pengoperasian belum tersedia. Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa pemilihan jenis converter perlu disesuaikan dengan karakteristik&#13;
tegangan sumber dan kebutuhan tegangan beban.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32505</guid>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>RANCANG BANGUN SMART LIFT REGENERATIF UNTUK PENGHEMATAN ENERGI</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32503</link>
<description>RANCANG BANGUN SMART LIFT REGENERATIF UNTUK PENGHEMATAN ENERGI
BAHUDDIN, HARAHAP
Perkembangan teknologi pada bangunan bertingkat menjadikan elevator atau lift&#13;
sebagai salah satu system transfortasi vertical yang sangat penting.namun, system&#13;
lift konvensional pada umumnya masih memiliki tingkat efisiensi energi yang&#13;
rendah karena seluruh proses operasinya bergantung pada suplay daya listrik pada&#13;
jaringan utama,tanpa memanfaatkan Kembali energi yang di hasilkan saat lift&#13;
bergerak turun .energi tersebut pada umumnya terbuang dalam entuk panas&#13;
melalui sitem pengereman ,sehingga menyebabkan pemborosan energi listrik&#13;
,terutama pada bangunan yang penggunaan liftnya berintensitas tinggi Penelitian&#13;
ini bertujuan untuk merancang dan membangun prototipe smart lift regeneratip&#13;
berbasis Arduino yang mamfu menghemat energi listrik melalui pemanfaatan&#13;
energi regeneratif. dan metode penelitian ini yakni dengan menggunakan metode&#13;
rancang bangun yang meliputi tahap perancangan mekanik ,perancangan system&#13;
elektronik ,pemerograman mikro kontroler Arduino, serta pengujian kinerja&#13;
prototipe.parameter pengujian meliputi sitem control, kemampuan menyimpan&#13;
energi pada super kapasitor, serta potensi pengurangan konsumsi daya&#13;
listrik.Hasil yang di harapkan dari penelitian ini yakni terbentuknya sebuah&#13;
prototipe lift regeneratif yang dapat beroprasi secara otomatis dan menunjukkan&#13;
konsep pemanfaatan energi regneratif secara efektif.penelitian ini juga dapat di&#13;
harapkan menjadi refrensi awal dalam pengembangan system elevator hemat&#13;
enegi serta mendukung penerapan teknologi green building masa depan.
</description>
<pubDate>Tue, 15 Sep 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://localhost:8080/handle/123456789/32503</guid>
<dc:date>2026-09-15T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
