<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/20">
<title>Food Technology</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/20</link>
<description>Teknologi Hasil Pangan</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/32377"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/32376"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/31602"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/31599"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-25T09:20:06Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/32377">
<title>PENGARUH SISTEM BUDIDAYA DAN METODE PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PADI(Oryza sativa L) VARIETAS MENTIK SUSU</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32377</link>
<description>PENGARUH SISTEM BUDIDAYA DAN METODE PENGERINGAN TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA PADI(Oryza sativa L) VARIETAS MENTIK SUSU
NURUL, MAKWAH CHAN
Permasalahan penelitian ini adalah adanya kemungkinan perbedaan karakteristik&#13;
fisikokimia padi varietas Mentik Susu akibat perbedaan sistem budidaya dan&#13;
metode pengeringan, sehingga perlu diketahui perlakuan yang menghasilkan mutu&#13;
terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sistem budidaya,&#13;
metode pengeringan, serta interaksi keduanya terhadap karakteristik fisikokimia&#13;
padi varietas Mentik Susu. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi&#13;
Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,&#13;
mulai Juni 2026 hingga selesai. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak&#13;
Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu sistem budidaya yang terdiri atas&#13;
konvensional, hidroponik, dan terapung, serta metode pengeringan yang meliputi&#13;
sinar matahari selama 2–3 hari, pengeringan interval selama 5–7 hari, dan oven&#13;
pada suhu 65°C selama 24 jam. Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali&#13;
sehingga diperoleh 27 satuan percobaan. Data dianalisis menggunakan ANOVA&#13;
dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5% apabila terdapat pengaruh nyata.&#13;
Bahan yang digunakan meliputi padi varietas Mentik Susu dari tiga sistem budidaya,&#13;
NaOH 1 N, larutan iodin, asam asetat 1 N, etanol, bubuk amilosa, biuret, bubuk&#13;
BSA, akuades, aluminium foil, kertas label, sarung tangan, masker, kertas saring,&#13;
dan tisu laboratorium. Alat yang digunakan meliputi timbangan analitik, oven, tanur&#13;
pengabuan, desikator, cawan porselen, blender, ayakan 60 mesh, gelas ukur,&#13;
spektrofotometer UV-Vis, water bath, labu ukur, tabung reaksi, mikropipet, corong,&#13;
Erlenmeyer, dan gelas beker. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan&#13;
karakteristik fisikokimia padi, meliputi rendemen, kadar air, kadar abu, kadar&#13;
amilosa, dan kadar protein. Berdasarkan kesimpulan skripsi, kombinasi sistem&#13;
budidaya konvensional dan pengeringan oven menunjukkan hasil relatif terbaik&#13;
secara keseluruhan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengendalikan&#13;
kondisi budidaya, suhu, dan lama pengeringan secara lebih seragam serta&#13;
menambahkan parameter mutu beras lainnya.
</description>
<dc:date>2026-08-28T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/32376">
<title>PENGARUH VARIETAS BERAS PECAH KULIT DAN HEAT MOISTURE TREATMENT TERHADAP SIFAT FISIOKIMIA TEPUNG BERAS ( Oryza sativa )</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32376</link>
<description>PENGARUH VARIETAS BERAS PECAH KULIT DAN HEAT MOISTURE TREATMENT TERHADAP SIFAT FISIOKIMIA TEPUNG BERAS ( Oryza sativa )
SALSABILA, AYU UTAMI
Penelitian ini berjudul “Pengaruh Varietas dan Heat Moisture Treatment&#13;
terhadap Sifat Fisikokimia Tepung Beras (Oryza sativa L.)” yang bertujuan untuk&#13;
mengetahui pengaruh waktu Heat Moisture Treatment (HMT), perbedaan varietas&#13;
beras pecah kulit, serta interaksi keduanya terhadap sifat fisikokimia tepung beras,&#13;
dengan hipotesis bahwa waktu HMT, varietas beras pecah kulit, dan interaksi&#13;
kedua faktor tersebut berpengaruh nyata terhadap sifat fisikokimia tepung beras,&#13;
penelitian ini dilaksanakan pada bulan April 2026 sampai selesai di Laboratorium&#13;
Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah&#13;
Sumatera Utara, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang&#13;
terdiri atas empat varietas beras, yaitu IR 64, Inpari 32, Ciherang, dan Sianturi,&#13;
serta empat perlakuan waktu HMT yaitu 1, 2, 3, dan 4 jam dengan dua kali&#13;
ulangan sehingga diperoleh 32 unit percobaan, bahan yang digunakan meliputi&#13;
beras, aquades, BSA, larutan amilosa, iodium, NaOH, etanol, dan asam asetat,&#13;
sedangkan alat yang digunakan antara lain oven, blender, ayakan mesh,&#13;
timbangan analitik, spektrofotometer, dan kolorimeter, parameter yang diamati&#13;
meliputi kadar air, kadar abu, protein, amilosa, serta warna, data dianalisis&#13;
menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan DMRT pada taraf 5% apabila&#13;
terdapat pengaruh nyata, hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan varietas&#13;
dan lama perlakuan HMT menghasilkan karakteristik fisikokimia tepung beras&#13;
yang berbeda, khususnya pada kadar air dan kadar abu, dengan rata-rata kadar air&#13;
perlakuan HMT 1, 2, 3, dan 4 jam masing-masing sebesar 8,5651%, 8,5097%,&#13;
8,6896%, dan 8,6621%, sehingga dapat disimpulkan bahwa varietas dan waktu&#13;
HMT perlu disesuaikan dengan karakteristik tepung yang diinginkan, sedangkan&#13;
penelitian selanjutnya disarankan menggunakan variasi suhu, kadar air, dan waktu&#13;
HMT yang lebih beragam serta melakukan pengujian sifat fungsional, sensori, dan&#13;
aplikasi tepung pada berbagai produk pangan.
</description>
<dc:date>2026-09-10T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/31602">
<title>FORMULASIT EPUNG MOCAF (ModifiedCassava Flour) dan TEPUNG BIJI KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN ROTI GLUTEN-FREE</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/31602</link>
<description>FORMULASIT EPUNG MOCAF (ModifiedCassava Flour) dan TEPUNG BIJI KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI ALTERNATIF BAHAN BAKU PEMBUATAN ROTI GLUTEN-FREE
SUCI, RAMADANI
Roti gluten-free merupakan alternatif pangan yang dibutuhkan bagi&#13;
penderita intoleransi gluten atau celiac disease. Namun, produk roti bebas gluten&#13;
sering mengalami kendala dari segi tekstur, rasa, dan nilai gizi. Penelitiani inii&#13;
bertujuani untuki memformulasikan tepung mocaf (Modified Cassava Flour) dan&#13;
tepung biji ketapang (Terminalia catappa) sebagai bahan baku lokal dalam&#13;
pembuatan roti gluten-free. Tepung mocaf dipilih karena bebas gluten dan&#13;
memiliki sifat fungsional yang mirip dengan terigu, sedangkan biji ketapang kaya&#13;
protein dan lemak sehat yang berpotensi meningkatkan nilai gizi serta mutu&#13;
organoleptik. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Lengkap&#13;
(RAL) faktorial dengan dua faktor, yaitu Faktor I adalah persentase tepung mocaf&#13;
dan biji ketapang (MK1 = 100%:0%, MK2 = 95%:5%, MK3 = 90%:10%,&#13;
MK4 =85%:15%) dan Faktor II adalah suhu pengovenan (SP1 = 160°C, SP2 =&#13;
170°C, SP3 = 180°C, SP4 = 190°C). Masing-masing perlakuan dilakukan dua kali&#13;
pengulangan, sehingga jumlah keseluruhan unit percobaan adalah 16. Parameter&#13;
yang diuji meliputi kadar air, kadar abu, daya kembang, daya serap air, serta uji&#13;
organoleptik (aroma, rasa, warna, tekstur). Berdasarkan hasil penelitian, dapat&#13;
diketahui bahwa penambahan tepung biji ketapang memberikan pengaruh berbeda&#13;
sangat nyata (p&lt;0,01) terhadap kadar abu, kadar air, daya kembang, daya serap&#13;
air, serta organoleptik aroma dan tekstur, Sementara itu, pada aspek organoleptik&#13;
rasa dan warna tidak berbeda nyata. Suhu pengovenan menunjukkan pengaruh&#13;
berbeda sangat nyata (p&lt;0,01) terhadap kadar abu, kadar air, daya kembang, daya&#13;
serap air, serta organoleptik aroma, rasa, dan tekstur, tetapi pada organoleptik&#13;
warna tidak berbeda nyata. Interaksi antara persentase mocaf–ketapang dengan&#13;
suhu pengovenan juga tidak diperoleh pada formulasi MK4 (85% mocaf : 15%&#13;
ketapang) dengan suhu pengovenan 190°C (SP4). Perlakuan ini menghasilkan roti&#13;
dengan kadar abu tinggi (menunjukkan kandungan mineral), kadar air stabil, daya&#13;
kembang dan daya serap optimal, serta nilai organoleptik (aroma, rasa, warna,&#13;
dan tekstur) yang paling disukai panelis.
</description>
<dc:date>2026-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/31599">
<title>KARAKTERISTIK FISIOKIMIA MAYONES BERBASIS CAMPURAN MINYAK KEDELAI (Glycine max.) DAN MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.)</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/31599</link>
<description>KARAKTERISTIK FISIOKIMIA MAYONES BERBASIS CAMPURAN MINYAK KEDELAI (Glycine max.) DAN MINYAK BIJI KETAPANG (Terminalia catappa L.)
FATIHA, SYAHRANI
Mayones merupakan produk emulsi minyak dalam air yang banyak &#13;
digunakan sebagai dressing sauce dan saus pendamping. Komposisi mayones &#13;
sebagian besar terdiri dari minyak nabati dan bahan lain yaitu kuning telur, air &#13;
perasan lemon, garam, gula, merica, mustard, dan CMC (Carboxymethyl &#13;
Cellulose).  Minyak kedelai sering digunakan karena sifatnya yang mudah diemulsi, &#13;
namun minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.) memiliki potensi sebagai &#13;
alternatif sumber minyak nabati dalam pembuatan mayones. Selain itu lama waktu &#13;
pengadukan minyak dalam terbentuknya emulsi mayones menjadi faktor yang &#13;
dapat diperhatikan untuk kualitas fisikokimia dan penerimaan sensori mayones. &#13;
Penelitian ini bertujuan, (1) Untuk memanfaatkan potensi minyak biji ketapang &#13;
(Terminalia catappa L.) sebagai campuran dalam produk olahan pangan, (2) Untuk &#13;
mengetahui karakteristik mayones yang dihasilkan dengan formulasi minyak &#13;
kedelai (Glycine max.) dan minyak biji ketapang (Terminalia catappa L.), dan (3) &#13;
Untuk mengetahui lama waktu pengadukan minyak pada mayones yang dihasilkan. &#13;
Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian Fakultas &#13;
Pertanian &#13;
Universitas &#13;
Muhammadiyah &#13;
Sumatera &#13;
Utara. Penelitian &#13;
ini menerapkan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang bersifat faktorial dengan &#13;
dua kali pengulangan. Faktor I adalah formulasi minyak kedelai dan minyak biji &#13;
ketapang (F) terdiri dari 4 taraf yaitu F1= 100% minyak kedelai : 0% minyak biji &#13;
ketapang, F2= 95% minyak kedelai : 5% minyak biji ketapang, F3= 90% minyak &#13;
kedelai : 10% minyak biji ketapang, dan F4= 85% minyak kedelai : 15% minyak &#13;
biji ketapa. Faktor II  adalah lama waktu pengadukan minyak (L) terdiri dari 4 taraf &#13;
yaitu L1= 5 menit, L2= 7 menit, L3= 9 menit, dan L4= 11 menit. Parameter yang &#13;
diamati meliputi kadar air, kadar protein, kadar lemak, kestabilan emulsi, uji &#13;
organoleptik rasa, uji organoleptik warna, dan uji organoleptik aroma. Formulasi &#13;
minyak kedelai dan minyak biji ketapang memberikan pengaruh yang berbeda &#13;
sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, &#13;
kestabilan emulsi, uji organoleptik rasa, uji organoleptik warna, dan uji &#13;
organoleptik aroma pada mayones. Lama waktu pengadukan minyak memberikan &#13;
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap kadar air, kadar &#13;
protein, kadar lemak, kestabilan emulsi, uji organoleptik rasa, uji organoleptik &#13;
warna, dan uji organoleptik aroma pada mayones. Interaksi antara formulasi minyak &#13;
kedelai dan minyak biji ketapang dan lama waktu pengadukan minyak memberikan &#13;
pengaruh yang berbeda sangat nyata pada taraf p&lt;0,01 terhadap kadar air, kadar &#13;
lemak, kestabilan emulsi, dan uji organoleptik aroma serta memberikan pengaruh &#13;
berbeda tidak nyata pada taraf p&gt;0,05 terhadap kadar protein, uji organoleptik rasa &#13;
dan uji organoleptik warna pada mayones. Berdasarkan seluruh parameter yang &#13;
diuji karakteristik fisikokimia mayones terbaik terdapat pada F2 dengan formulasi &#13;
95% minyak kedelai : 5% minyak biji ketapang serta lama waktu pengadukan &#13;
minyak pada 11 menit. Selain itu pada peneliti selanjutnya lebih diperhatikan dalam &#13;
pemurnian minyak biji ketapang dan kecepatan pengadukan dalam pembuatan &#13;
mayones.
</description>
<dc:date>2026-03-02T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
