<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rdf:RDF xmlns="http://purl.org/rss/1.0/" xmlns:rdf="http://www.w3.org/1999/02/22-rdf-syntax-ns#" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<channel rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/17">
<title>Agribusiness</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/17</link>
<description>Agribisnis</description>
<items>
<rdf:Seq>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/32576"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/32543"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/32474"/>
<rdf:li rdf:resource="http://localhost:8080/handle/123456789/32459"/>
</rdf:Seq>
</items>
<dc:date>2026-10-31T14:33:15Z</dc:date>
</channel>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/32576">
<title>ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA IKAN SALAI DI KELURAHAN KOTAPINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32576</link>
<description>ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA IKAN SALAI DI KELURAHAN KOTAPINANG KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN
RAMADANI
Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan usaha ikan salai,&#13;
menganalisis pendapatan, dan menganalisis tingkat kelayakan usaha ikan salai di&#13;
Kelurahan Kotapinang Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Penelitian menggunakan&#13;
metode kuantitatif dan kualitatif. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 30&#13;
pelaku usaha, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis pendapatan&#13;
dilakukan dengan menghitung total biaya, penerimaan, dan pendapatan, sedangkan&#13;
kelayakan usaha dianalisis menggunakan R/C Ratio, B/C Ratio, BEP produksi, dan&#13;
BEP harga.&#13;
Berdasarkan hasil penelitian, usaha ikan salai paling banyak berada pada&#13;
skala kecil, yaitu 14 usaha atau 46,67%, dengan pengalaman usaha terbanyak 11–&#13;
15 tahun sebesar 40,00%. Rata-rata produksi ikan salai sebesar 157,83 kg per bulan&#13;
dan rata-rata volume terjual sebesar 156,07 kg per bulan. Rata-rata pendapatan&#13;
bersih yang diperoleh sebesar Rp3.214.696 per usaha per bulan dan seluruh 30&#13;
usaha memperoleh pendapatan positif. Hasil analisis kelayakan menunjukkan ratarata R/C Ratio sebesar 1,19 dan B/C Ratio sebesar 0,19. Rata-rata BEP produksi&#13;
sebesar 131,08 kg dan BEP harga sebesar Rp111.881 per kg, yang berada di bawah&#13;
rata-rata volume terjual dan harga jual. Dengan demikian, seluruh usaha ikan salai&#13;
yang diteliti dinyatakan layak untuk dijalankan.
</description>
<dc:date>2026-09-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/32543">
<title>ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA NELAYAN TANGKAP RAWAI DI DESA PULAU BALAI KECAMATAN PULAU BANYAK, KABUPATEN ACEH SINGKIL</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32543</link>
<description>ANALISIS PENDAPATAN DAN KELAYAKAN USAHA NELAYAN TANGKAP RAWAI DI DESA PULAU BALAI KECAMATAN PULAU BANYAK, KABUPATEN ACEH SINGKIL
RIFKI, FAUZAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pendapatan serta&#13;
mengetahui kelayakan usaha nelayan tangkap rawai di Desa Pulau Balai. Metode&#13;
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan&#13;
melalui observasi lapangan, wawancara dan berdasarkan kajian literatur tentang&#13;
pendapatan nelayan. Analisis data dilakukan dengan menghitung biaya produksi,&#13;
penerimaan, pendapatan, serta kelayakan usaha menggunakan analisis Revenue&#13;
Cost Ratio (R/C Ratio) dan Benefit Cost Ratio (B/C Ratio). Hasil penelitian&#13;
menunjukkan bahwa rata-rata biaya tetap usaha nelayan tangkap rawai sebesar&#13;
Rp30.409 per trip, biaya variabel sebesar Rp149.057 per trip, dan total biaya&#13;
produksi sebesar Rp179.466 per trip. Rata-rata penerimaan yang diperoleh&#13;
nelayan sebesar Rp674.549 per trip, sedangkan rata-rata pendapatan sebesar&#13;
Rp495.083 per trip. Hasil analisis kelayakan menunjukkan bahwa nilai rata-rata&#13;
R/C Ratio sebesar 3,7 dan B/C Ratio sebesar 2,7. Nilai tersebut menunjukkan&#13;
bahwa setiap pengeluaran biaya mampu menghasilkan penerimaan dan&#13;
keuntungan yang lebih besar, sehingga usaha nelayan tangkap rawai di Desa Pulau&#13;
Balai dinyatakan layak dan menguntungkan untuk dikembangkan.
</description>
<dc:date>2026-08-14T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/32474">
<title>POTENSI PRODUK TURUNAN TUMBUHAN SIJUKKOT (SEBAGAI PAKAN TERNAK DI KABUPATEN SAMOSIR)</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32474</link>
<description>POTENSI PRODUK TURUNAN TUMBUHAN SIJUKKOT (SEBAGAI PAKAN TERNAK DI KABUPATEN SAMOSIR)
KHOIRYAN, AHMAD
Penelitian ini bertujuan menganalisis potensi pembentukan agroindustri pakan &#13;
ternak kerbau berbahan baku tumbuhan Sijukkot (Lactuca indica L.) di Kabupaten &#13;
Samosir. Penelitian dilakukan melalui observasi lapangan, wawancara, dan kajian &#13;
literatur untuk mengkaji sebaran tumbuhan Sijukkot, kondisi peternakan kerbau, &#13;
kandungan metabolit sekunder, keadaan agroindustri pakan ternak, serta peluang &#13;
pengembangan produk turunannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sijukkot &#13;
tersebar pada berbagai tipe penggunaan lahan, terutama di pekarangan, semak &#13;
belukar, dan lahan pertanian, sehingga memiliki ketersediaan bahan baku yang &#13;
melimpah dan berkelanjutan. Tumbuhan ini mengandung senyawa metabolit &#13;
sekunder berupa flavonoid, tanin, saponin, triterpenoid, dan steroid yang &#13;
berpotensi memberikan manfaat sebagai antioksidan, antibakteri, antivirus, &#13;
antiinflamasi, dan imunomodulator sehingga dapat mendukung kesehatan serta &#13;
produktivitas ternak kerbau. Tingginya kebutuhan peternak terhadap pakan &#13;
berkualitas yang tersedia secara berkelanjutan, didukung oleh ketersediaan bahan &#13;
baku, kemudahan teknologi pengolahan, serta peluang pengembangan produk &#13;
pakan seperti hijauan segar, silase, hay, tepung hijauan, dan pakan fermentasi, &#13;
menunjukkan bahwa Sijukkot memiliki potensi yang besar sebagai dasar &#13;
pembentukan agroindustri pakan ternak di Kabupaten Samosir. Pembentukan &#13;
agroindustri tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya &#13;
hayati lokal, menciptakan peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan &#13;
masyarakat, serta mendukung pengembangan peternakan kerbau dan sistem &#13;
pertanian yang berkelanjutan.
</description>
<dc:date>2026-08-03T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item rdf:about="http://localhost:8080/handle/123456789/32459">
<title>PENGARUH KOMPETENSI MOTIVASI KERJA DAN   FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PENYULUH  PERTANIAN DI  BALAI PENYULUH PERCUT SEI TUAN  KABUPATEN DELI SERDANG</title>
<link>http://localhost:8080/handle/123456789/32459</link>
<description>PENGARUH KOMPETENSI MOTIVASI KERJA DAN   FASILITAS KERJA TERHADAP KINERJA PENYULUH  PERTANIAN DI  BALAI PENYULUH PERCUT SEI TUAN  KABUPATEN DELI SERDANG
HANIF, MUHAMMAD DIAR
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis pengaruh Kompetensi ( ), Motivasi Kerja ( ), dan Fasilitas Kerja ( ) secara parsial dan simultan terhadap Kinerja Penyuluh Pertanian ( ) di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Percut Sei Tuan Kabupaten Deli Serdang. Penelitian kuantitatif eksplanatori ini menggunakan metode triangulasi sumber data yang mengombinasikan penilaian mandiri penyuluh dan penilaian silang secara objektif oleh petani binaan. Sampel penelitian mencakup 32 observasi teranalisis (8 orang penyuluh pertanian dan 24 orang petani binaan). Analisis data dilakukan dengan model regresi linier berganda yang diolah menggunakan software Stata versi 17. Hasil uji asumsi klasik membuktikan bahwa model regresi memenuhi kriteria Best Linear Unbiased Estimator (BLUE), di mana residual berdistribusi normal ( o 2 ), terbebas dari multikolinearitas ( homoskedastis ( o 2 n ), dan bersifat ). Persamaan regresi linier berganda yang dihasilkan adalah Hasil pengujian hipotesis secara simultan (Uji F) menunjukkan bahwa Kompetensi, Motivasi Kerja, dan Fasilitas Kerja secara bersama-sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap ( - n - l Kinerja Penyuluh ) Pertanian dengan nilai Koefisien Determinasi ( ) sebesar 0,2975 (29,75%). Secara parsial (Uji t), Kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Penyuluh ( ). Motivasi Kerja berpengaruh positif namun tidak signifikan secara parsial ( ). Sementara itu, Fasilitas Kerja berpengaruh positif dan signifikan secara parsial ( ) serta terbukti bertindak sebagai variabel yang paling dominan dalam memengaruhi Kinerja Penyuluh Pertanian di BPP Percut Sei Tuan. Evaluasi triangulasi data kinerja penyuluh berada pada kategori "Sangat Baik" dengan nilai rata-rata komposit sebesar 3,638 dan Tingkat Capaian Responden (TCR) mencapai 90,95%. Rekomendasi utama penelitian ini menyarankan agar Dinas Pertanian Kabupaten Deli Serdang memprioritaskan pemenuhan dan peremajaan sarana operasional kendaraan dinas serta alokasi BBM guna mengoptimalkan kinerja pendampingan penyuluh di lapangan.
</description>
<dc:date>2026-09-12T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</rdf:RDF>
