<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
<title>Civil Engineering</title>
<link href="http://localhost:8080/handle/123456789/26" rel="alternate"/>
<subtitle>Teknik Sipil</subtitle>
<id>http://localhost:8080/handle/123456789/26</id>
<updated>2026-10-25T07:48:22Z</updated>
<dc:date>2026-10-25T07:48:22Z</dc:date>
<entry>
<title>ANALISIS SIMPANG TAK BERSINYAL DI JALAN WILLIEM  ISKANDAR DAN JALAN TUASAN MEDAN  (STUDI KASUS)</title>
<link href="http://localhost:8080/handle/123456789/32279" rel="alternate"/>
<author>
<name>ALMANDILI, MUHAMMAD GEMPAR</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/handle/123456789/32279</id>
<updated>2026-10-16T04:47:01Z</updated>
<published>2026-08-19T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS SIMPANG TAK BERSINYAL DI JALAN WILLIEM  ISKANDAR DAN JALAN TUASAN MEDAN  (STUDI KASUS)
ALMANDILI, MUHAMMAD GEMPAR
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis volume lalu lintas pada jam puncak (peak &#13;
hour) dan mengevaluasi kinerja simpang tiga tak bersinyal yang mempertemukan &#13;
Jalan Williem Iskandar dan Jalan Tuasan di Medan. Simpang ini berada di kawasan &#13;
padat penduduk yang merupakan jalur menuju pusat pasar dan perkantoran, sehingga &#13;
berpotensi menimbulkan kemacetan dan risiko kecelakaan. Metodologi penelitian &#13;
yang digunakan mengacu pada Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023 &#13;
untuk menghitung kapasitas (C), derajat kejenuhan (DS), tundaan (D), dan peluang &#13;
antrean (QP). Data primer dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap arus lalu &#13;
lintas dan geometrik jalan, sementara data sekunder berupa jumlah penduduk &#13;
diperoleh dari Badan Pusat Statistik. Hasil analisis kondisi eksisting menunjukkan &#13;
volume arus lalu lintas sebesar 2001,8 smp/jam dengan kapasitas (C) 2624 smp/jam. &#13;
Diperoleh nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,76, yang melampaui ambang batas &#13;
ideal PKJI sebesar 0,75. Rata-rata tundaan simpang tercatat sebesar 12,13 det/smp &#13;
dengan peluang antrean antara 24%–47%. Sebagai upaya perbaikan, dilakukan &#13;
simulasi rekayasa lalu lintas melalui pemasangan rambu larangan berhenti (sterilisasi &#13;
hambatan samping).
</summary>
<dc:date>2026-08-19T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PEMANFAATAN SERAT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN  TAMBAHAN UNTUK MENINGKATKAN KUAT TEKAN BETON  RAMAH LINGKUNGAN</title>
<link href="http://localhost:8080/handle/123456789/32278" rel="alternate"/>
<author>
<name>SIREGAR, MUHAMMAD VICRY</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/handle/123456789/32278</id>
<updated>2026-10-16T04:44:37Z</updated>
<published>2026-08-24T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PEMANFAATAN SERAT KELAPA SAWIT SEBAGAI BAHAN  TAMBAHAN UNTUK MENINGKATKAN KUAT TEKAN BETON  RAMAH LINGKUNGAN
SIREGAR, MUHAMMAD VICRY
Perkembangan konstruksi modern menuntut inovasi bahan bangunan yang &#13;
ramah lingkungan dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis pengaruh penambahan serat kelapa sawit (SKS) sebagai bahan &#13;
tambahan (additive) terhadap nilai slump dan kuat tekan beton mutu &#119891;′&#119888; 25 &#13;
MPa pada umur perendaman 28 hari. Benda uji yang digunakan berbentuk &#13;
silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Perencanaan campuran (mix &#13;
design) mengacu pada standar SNI 03-2834-2000 dengan variasi penambahan &#13;
serat kelapa sawit sebesar 0%, 0,25%, 0,50%, dan 0,75% terhadap berat total &#13;
campuran beton. Hasil pengujian menunjukkan bahwa penambahan serat &#13;
kelapa sawit secara konsisten menurunkan tingkat kelecakan (workability) &#13;
beton segar, di mana nilai slump mengalami penurunan dari 95 mm pada beton &#13;
normal menjadi 90 mm (0,25%), 87 mm (0,50%), dan 77 mm (0,75%). &#13;
Pengujian sifat mekanis menunjukkan bahwa pengaruh serat terhadap kuat &#13;
tekan bersifat tidak linear. Pada variasi 0,25% dan 0,50%, terjadi penurunan &#13;
kuat tekan berturut-turut sebesar 26,68% (15,17 MPa) dan 11,21% (18,37 MPa) &#13;
dibandingkan beton normal (20,69 MPa). Namun, pada variasi 0,75% terjadi &#13;
peningkatan kuat tekan menjadi 21,68 MPa atau naik sebesar 4,78% terhadap &#13;
beton normal. Dengan demikian, persentase 0,75% merupakan proporsi &#13;
optimum pada penambahan kadar rendah yang mampu meningkatkan &#13;
kerapatan serta kinerja mekanis beton. Hasil penelitian ini membuktikan bahwa &#13;
limbah serat kelapa sawit berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan tambah alami &#13;
dalam pembuatan beton ramah lingkungan.
</summary>
<dc:date>2026-08-24T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>PENGARUH AKTIVITAS PASAR MEKA TANI TERHADAP  KINERJA RUAS JALAN KEBUN KOPI, MARINDAL KOTA  MEDAN  ( Studi Kasus)</title>
<link href="http://localhost:8080/handle/123456789/32277" rel="alternate"/>
<author>
<name>PANE, ERIANSYAH RAMADHAN</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/handle/123456789/32277</id>
<updated>2026-10-16T04:42:15Z</updated>
<published>2026-08-18T00:00:00Z</published>
<summary type="text">PENGARUH AKTIVITAS PASAR MEKA TANI TERHADAP  KINERJA RUAS JALAN KEBUN KOPI, MARINDAL KOTA  MEDAN  ( Studi Kasus)
PANE, ERIANSYAH RAMADHAN
Transportasi merupakan elemen krusial dalam sistem kehidupan. Dalam aktivitas &#13;
sehari-hari, transportasi berperan dalam memindahkan manusia dan barang, serta &#13;
mendukung mobilitas harian dan proses distribusi. Adapun tujuan penelitian tugas &#13;
akhir ini Untuk menganalisis pengaruh hambatan samping jalan terhadap &#13;
pergerakan lalu lintas di Jalan Marindal yang ditimbulkan oleh aktivitas pasar. &#13;
Untuk mengetahui kinerja ruas Jalan Kebun Kopi, Marindal, akibat adanya aktivitas &#13;
pasar. Data primer adalah data-data yang dikumpulkan melalui survey pada jalan &#13;
Kebun Kopi, Marindal yang disesuaikan dengan kebutuhan data dengan mengacu &#13;
kepada perhitungan PKJI (Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia) untuk digunakan &#13;
pada analisis selanjutnya. Jadi Untuk proses pengolahan data juga diperlukan &#13;
periode survei selama 6 hari berturut-turut. Pengamatan selama 6 jam pada jam &#13;
yang di anggap jam tersibuk. Diketahui bahwa nilai kapasitas ruas jalan dari arah &#13;
Jalan Kebun Kopi – Jalan Marindal dan dari arah Jalan Marindal – Jalan Kebun &#13;
Kopi yang terdapat hambatan samping sebesar 1953,7 smp/jam dan yang tidak &#13;
terdapat hambatan samping sebesar 2382,5 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan 1,37 &#13;
smp/jam untuk jalan yang terdapat hambatan samping, dan 1,12 smp/jam untuk &#13;
jalan yang tidak terdapat hambatan samping. Besarnya hambatan samping pada ruas &#13;
jalan Kebun Kopi – Jalan Marindal dan dari arah Jalan Marindal – Jalan Kebun &#13;
Kopi yaitu sebesar 756,1 smp/jam/2 arah. Dari nilai tersebut di ketahui bahwa &#13;
hambatan samping dari kedua arah memliki Kelas Hambatan Sampping (KHS) &#13;
Tinggi (T). Sehingga di dapat untuk tingkat pelayanan jalan pada jalan Kebun Kopi &#13;
ini tingkat pelayanan “F”.
</summary>
<dc:date>2026-08-18T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
<entry>
<title>ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PADA KOTA  SIBUHUAN KABUPATEN PADANG LAWAS  (Studi Kasus)</title>
<link href="http://localhost:8080/handle/123456789/32276" rel="alternate"/>
<author>
<name>HUTASUHUT, RIZKI REINALDI</name>
</author>
<id>http://localhost:8080/handle/123456789/32276</id>
<updated>2026-10-16T04:39:40Z</updated>
<published>2026-08-18T00:00:00Z</published>
<summary type="text">ANALISIS KINERJA SIMPANG EMPAT TAK BERSINYAL PADA KOTA  SIBUHUAN KABUPATEN PADANG LAWAS  (Studi Kasus)
HUTASUHUT, RIZKI REINALDI
Persimpangan merupakan bagian penting dalam sistem transportasi jalan yang &#13;
mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk &#13;
menganalisis kinerja simpang empat tak bersinyal pada Persimpangan Jalan Prof. &#13;
H.M. Yamin, SH – Jalan Ki Hajar Dewantara – Jalan Gunung Tua – Jalan Surapati &#13;
di Kabupaten Padang Lawas berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia &#13;
(PKJI) 2023. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif melalui &#13;
survei lapangan dengan pengumpulan data geometrik simpang, volume lalu lintas, &#13;
dan hambatan samping. Analisis dilakukan untuk memperoleh kapasitas simpang, &#13;
derajat kejenuhan, tundaan, dan peluang antrian. Hasil penelitian menunjukkan &#13;
bahwa kapasitas simpang sebesar 2.719,2 smp/jam, derajat kejenuhan sebesar &#13;
0,65, tundaan rata-rata sebesar 5,04 detik/smp, serta peluang antrian berkisar &#13;
antara 0,014%–36,09%. Berdasarkan hasil tersebut, kinerja simpang masih berada &#13;
dalam kondisi baik dan mampu melayani arus lalu lintas secara efektif sesuai &#13;
dengan kriteria PKJI 2023.
</summary>
<dc:date>2026-08-18T00:00:00Z</dc:date>
</entry>
</feed>
