| dc.description.abstract |
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi perempuan Generasi Z di Kota
Medan terhadap tren konten “pernikahan menakutkan” di media sosial, khususnya
TikTok, yang menampilkan sisi negatif pernikahan seperti konflik, perselingkuhan,
kekerasan, dan tekanan ekonomi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif
dengan teknik purposive sampling terhadap 4-6 informan perempuan usia 18–26
tahun yang aktif menggunakan media sosial, dengan pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi serta analisis model Miles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa konten tersebut dimaknai secara beragam,
baik sebagai representasi negatif yang menimbulkan ketakutan maupun sebagai
bahan refleksi dan pembelajaran, serta memunculkan reaksi emosional seperti
cemas dan overthinking, namun juga meningkatkan kesadaran dan kehati-hatian
terhadap pernikahan. Meskipun demikian, konten tersebut tidak membuat informan
menolak pernikahan, melainkan mendorong sikap yang lebih kritis, rasional, dan
selektif. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial melalui representasi dan
framing berperan dalam membentuk persepsi, namun audiens tetap aktif dalam
menafsirkan makna sesuai pengalaman dan nilai masing-masing. |
en_US |