| dc.description.abstract |
Perbedaan agama merupakan bagian dari isu sosial yang tidak dapat dipisahkan
dari kehidupan masyarakat Indonesia. Keberagaman ini menuntut adanya sikap
saling menghormati dan toleransi agar tercipta kehidupan yang harmonis. Namun,
dalam praktiknya, toleransi beragama tidak selalu berjalan dengan ideal, terutama
di lingkungan sosial seperti sekolah dan pergaulan remaja yang masih dalam
proses memahami nilai-nilai keberagaman. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui bagaimana representasi toleransi beragama dalam film pendek”
Berdoa, Mulai”. Film ini dipilih karena mengangkat tema keberagaman agama
dalam kehidupan remaja, khususnya melalui tokoh utama yang berasal dari latar
belakang agama minoritas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan
pendekatan semiotika Roland Barthes, yang menganalisis makna tanda melalui
dua tataran, yaitu denotasi dan konotasi. Data dalam penelitian ini diperoleh dari
adegan, dialog, serta simbol yang terdapat dalam film Berdoa Mulai. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi terhadap
potongan adegan yang relevan dengan fokus penelitian. Analisis data dilakukan
dengan mengidentifikasi makna denotasi sebagai makna yang tampak secara
langsung, serta makna konotasi sebagai makna yang lebih dalam terkait nilai
toleransi beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film Berdoa Mulai
merepresentasikan toleransi beragama melalui berbagai bentuk interaksi sosial,
seperti sikap saling menghormati, kebersamaan, serta proses adaptasi individu
terhadap lingkungan yang berbeda. Tokoh utama sebagai minoritas tetap dapat
berinteraksi
dengan lingkungan mayoritas tanpa kehilangan identitas
keagamaannya. Namun, film ini juga menunjukkan bahwa toleransi tidak selalu
berjalan secara ideal, karena masih terdapat dominasi mayoritas dan perbedaan
pemahaman dalam kehidupan sehari-hari. |
en_US |