Abstract:
Merokok merupakan fenomena sosial yang masih tinggi di Indonesia, termasuk di
Kota Tebing Tinggi, meskipun Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid
telah menetapkan fatwa haram merokok sejak tahun 2010. Kesenjangan antara
ketetapan normatif dan perilaku masyarakat menunjukkan perlunya pola
komunikasi dakwah yang efektif. Rumusan masalah penelitian ini adalah
bagaimana pola komunikasi dakwah Muhammadiyah dalam penyampaian fatwa
tentang hukum merokok di Kota Tebing Tinggi. Tujuan penelitian ini untuk
mengetahui bentuk pola komunikasi dakwah yang digunakan serta efektivitasnya
dalam memengaruhi sikap masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif, teknik pengumpulan data melalui
wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta analisis data dengan
reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa Muhammadiyah menggunakan kombinasi pola komunikasi satu arah
(ceramah), dua arah (diskusi), dan multi arah (interaksi jamaah), dengan media
dakwah berupa pengajian, sekolah, kampanye sosial, dan media digital. Pola
komunikasi interaktif terbukti lebih efektif dalam meningkatkan pemahaman dan
penerimaan masyarakat terhadap fatwa haram merokok, meskipun resistensi
budaya masih menjadi tantangan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan
bahwa keberhasilan dakwah Muhammadiyah dalam menyampaikan fatwa merokok
bergantung pada pola komunikasi yang adaptif terhadap konteks sosial lokal.