Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan usahatani padi
sawah serta faktor-faktor yang mempengaruhi produksi Padi Sawah di Desa
Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli. Terjadi penurunan produksi sebesar
14,28% pada musim penghujan yang diakibatkan oleh tingginya intensitas serangan
hama sundep (Scirpophaga spp). Penarikan sampel menggunakan metode simple
random sampling yang menjadi sampel dalam penelitian ini yaitu petani padi sawah
sebanyak 55 responden. Analisis data dilakukan dengan menghitung pendapatan
dari selisih penerimaan dan total biaya dan penerapan fungsi produksi Cobb
Douglas untuk menguji seberapa besar pengaruh variabel independen yaitu luas
lahan, benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida terhadap produksi. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata yang diterima petani per satu kali musim
panen dengan luas lahan 1,53 Ha yaitu sebesar Rp 30.161.086 dengan total produksi
yang dihasilkan mencapai 9.180 kg. Dalam satu tahun terdapat dua kali musim
panen, jika diakumulasikan pendapatan yang diperoleh petani dalam satu tahun
sebesar Rp 60.332.172. Analisis faktor yang mempengaruhi produksi padi sawah32
menunjukkan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,994, yang berarti 99,4%
variasi produksi mampu dijelaskan oleh model. Secara serempak (Uji F), seluruh
variabel independen berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi
sawah. Sedangkan hasil uji parsial (Uji t) menunjukkan bahwa hanya variabel luas
lahan yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan produksi padi sawah,
sementara variabel benih, pupuk, tenaga kerja, dan pestisida tidak memberikan
pengaruh yang nyata terhadap peningkatan produksi. Penelitian ini
merekomendasikan perlu adanya peningkatan kualitas pestisida untuk membasmi
hama sundep (Scirpophaga spp), penggunaan benih unggul yang tahan terhadap
serangan hama, peningkatan kualitas pupuk, serta penambahan tenaga kerja yang
berpengalaman dalam penanganan hama dan penyakit tanaman sehingga risiko
penurunan produksi akibat hama dapat berkurang.