Abstract:
Energi listrik merupakan kebutuhan penting dalam mendukung aktivitas
masyarakat dan pertumbuhan ekonomi, sementara ketersediaan energi fosil yang
terbatas mendorong pemanfaatan energi terbarukan. Bendungan Sei Padang di
Kota Tebing Tinggi memiliki potensi energi air yang dapat dikembangkan sebagai
sumber pembangkit listrik berbasis energi terbarukan. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis potensi energi air dan merancang sistem Pembangkit Listrik
Tenaga Mikrohidro (PLTMH) menggunakan perangkat lunak HOMER. Metode
penelitian dilakukan dengan menggunakan data debit air sebesar 5,13 m³/s dan
tinggi jatuh air (head) sebesar 4 meter untuk menghitung potensi daya yang dapat
dihasilkan. Selanjutnya, dilakukan simulasi untuk menganalisis kinerja teknis dan
kelayakan ekonomis sistem pembangkit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
potensi daya PLTMH yang dapat dihasilkan sebesar 160 kW dengan produksi
energi mencapai 1.095 MWh per tahun. Analisis ekonomi menunjukkan bahwa
total biaya investasi selama 25 tahun sebesar Rp450.000.000 dengan biaya energi
(COE) sebesar Rp300/kWh. Namun, berdasarkan parameter kelayakan ekonomi,
diperoleh nilai Net Present Value (NPV) < 0 dan Benefit Cost Ratio (BCR) < 1,
yang menunjukkan bahwa proyek belum layak secara ekonomi, meskipun
memiliki payback period selama 24,27 tahun. Meskipun demikian, dari aspek
strategis dan lingkungan, sistem PLTMH ini tetap memiliki potensi yang layak
untuk dikembangkan karena mendukung pemanfaatan Energi Baru dan
Terbarukan (EBT), mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil, serta
berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca dan peningkatan
ketahanan energi daerah. Dengan demikian, pemanfaatan Bendungan Sei Padang
sebagai PLTMH memiliki potensi teknis yang cukup baik dan nilai strategis
dalam mendukung pengembangan energi berkelanjutan, meskipun masih
memerlukan optimasi dari sisi ekonomi agar dapat diimplementasikan secara
optimal.