| dc.description.abstract |
Kabupaten Mandailing Natal merupakan salah satu wilayah di Provinsi Sumatera
Utara yang masih menghadapi keterbatasan pasokan energi listrik, khususnya di
daerah pedesaan dan terpencil. Kondisi ini mendorong perlunya pengembangan
sumber energi alternatif yang berkelanjutan, salah satunya energi angin. Penelitian
ini bertujuan untuk menganalisis rata-rata kecepatan angin, menghitung potensi
daya listrik yang dapat dihasilkan, serta mengevaluasi kelayakan pengembangan
Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) di Kabupaten Mandailing Natal. Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kecepatan angin pada lima
kecamatan, yaitu Muara Batang Gadis, Batahan, Batang Natal, Panyabungan, dan
Pakantan, serta perhitungan daya angin dan simulasi kinerja turbin angin poros
vertikal berkapasitas 1 kW. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata
kecepatan angin di wilayah penelitian berada pada kisaran 3,5 m/s hingga 3,54 m/s
dengan nilai rata-rata sebesar 3,508 m/s, yang termasuk dalam kategori kecepatan
angin rendah. Daya spesifik angin yang dihasilkan berkisar antara 25,725 W/m²
hingga 26,61712 W/m² dengan rata-rata sebesar 25,9 W/m². Simulasi turbin
menunjukkan daya keluaran berkisar antara 294,12 Watt hingga 304,32 Watt, yang
masih berada di bawah kapasitas nominal turbin. Berdasarkan hasil tersebut,
potensi energi angin di Kabupaten Mandailing Natal tergolong terbatas dan belum
layak untuk pengembangan PLTB skala besar. Namun, energi angin tetap memiliki
peluang untuk dikembangkan pada skala kecil hingga menengah dengan
penggunaan teknologi turbin kecepatan rendah serta sistem hybrid yang
dikombinasikan dengan energi terbarukan lain seperti energi surya. Dengan
demikian, energi angin tetap berpotensi mendukung diversifikasi energi dan
penyediaan listrik berkelanjutan di daerah terpencil. |
en_US |