| dc.description.abstract |
Pemberdayaan masyarakat merupakan upaya strategis dalam meningkatkan
kapasitas dan kemandirian komunitas agar mampu mengelola potensi lokal secara
optimal melalui proses yang direncanakan. Hal ini menjadi instrumen penting
dalam pembangunan sosial dan ekonomi yang berkelanjutan, di mana kemandirian
masyarakat memerlukan pendampingan konsisten agar terjadi perubahan perilaku
yang permanen. Namun, tantangan utama di lapangan adalah bagaimana
mengupayakan pemberdayaan yang tidak menciptakan ketergantungan masyarakat
terhadap perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis
strategi komunikasi Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bakrie Pasaman
Plantations dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar wilayah operasional
perusahaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif untuk memahami secara mendalam proses komunikasi yang dilakukan
perusahaan dalam menyampaikan program CSR kepada masyarakat. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi
dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ditentukan menggunakan teknik
purposive sampling, yaitu dua orang yang terlibat langsung dalam pelaksanaan
program CSR, terdiri dari staf Humas dan tim pelaksana CSR PT Bakrie Pasaman
Plantations. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi CSR
perusahaan dilakukan melalui kombinasi pemanfaatan media digital dan
komunikasi interpersonal. Media sosial seperti Instagram, Facebook, dan TikTok
dimanfaatkan sebagai sarana penyebaran informasi program secara cepat dan luas
kepada masyarakat. Selain itu, perusahaan juga melibatkan tokoh masyarakat,
pemerintah setempat, serta pemimpin adat (niniak mamak) sebagai perantara
komunikasi guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap program yang
dijalankan. Penggunaan personel humas yang merupakan putra daerah juga
memperkuat efektivitas komunikasi karena mampu memahami budaya dan karakter
sosial masyarakat setempat. Strategi komunikasi tersebut mampu menciptakan
hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat serta mendorong
partisipasi masyarakat dalam mendukung keberhasilan program pemberdayaan
yang berkelanjutan. |
en_US |