Abstract:
Film sebagai media komunikasi massa tidak hanya berfungsi sebagai sarana
hiburan, tetapi juga mampu merepresentasikan berbagai pengalaman emosional
manusia, termasuk pengalaman kehilangan dalam hubungan interpersonal.
Representasi kehilangan dalam film sering ditampilkan melalui berbagai tanda
audiovisual seperti ekspresi tokoh, simbol visual, dialog, serta penggunaan musik
yang membangun makna emosional bagi penonton. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis representasi makna kehilangan dalam film Drawing Closer karya
Takahiro Miki dan film Love Like the Falling Petals karya Yoshihiro Fukagawa.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan teori
representasi Stuart Hall. Analisis data dilakukan melalui observasi terhadap
adegan-adegan yang merepresentasikan makna kehilangan dalam kedua film
dengan memperhatikan unsur visual, narasi, dialog, dan audio. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa makna kehilangan dalam kedua film direpresentasikan
melalui beberapa bentuk, yaitu kehilangan akibat kematian, kehilangan akibat
perpisahan, dampak emosional kehilangan, serta proses penerimaan terhadap
kehilangan. Representasi tersebut dibangun melalui berbagai tanda audiovisual
seperti ekspresi tokoh, gestur tubuh, simbol objek, dialog antar tokoh, serta
penggunaan musik latar yang memperkuat suasana emosional dalam cerita.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa makna kehilangan
dalam film Drawing Closer dan Love Like the Falling Petals dikonstruksi melalui
sistem representasi yang memadukan unsur visual, naratif, dan simbolik sehingga
membentuk pemaknaan emosional bagi penonton. Melalui pendekatan
representasi Stuart Hall, penelitian ini menunjukkan bahwa makna kehilangan
tidak hanya muncul dari peristiwa kematian atau perpisahan yang dialami tokoh,
tetapi juga dibentuk melalui tanda-tanda audiovisual yang merepresentasikan
pengalaman emosional, kenangan, serta proses penerimaan terhadap kehilangan.
Dengan demikian, film berperan sebagai media komunikasi yang mampu
mengonstruksi dan menyampaikan makna kehilangan sebagai bagian dari
dinamika kehidupan manusia.