| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya pola komunikasi guru dalam
membangun dan mengelola hubungan emosional siswa di lingkungan sekolah.
Hubungan emosional yang positif antara guru dan siswa berperan dalam
menciptakan suasana belajar yang nyaman, meningkatkan partisipasi, serta
mendukung perkembangan psikologis siswa. Penelitian ini menggunakan teori
komunikasi interpersonal, khususnya pola komunikasi satu arah, dua arah, dan
multi arah dalam konteks pendidikan. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui
wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari wali kelas
dan guru Bimbingan Konseling (BK) di MTSN 2 Medan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa pola komunikasi guru dilakukan secara intensif setiap hari
dengan durasi yang fleksibel sesuai kebutuhan siswa. Komunikasi yang digunakan
meliputi komunikasi verbal dan nonverbal, serta didominasi oleh pola komunikasi
dua arah dan multi arah. Guru juga menggunakan pendekatan persuasif, empatik,
dan menciptakan suasana yang nyaman agar siswa terbuka dalam menyampaikan
perasaan. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pola komunikasi guru
yang efektif, dialogis, dan empatik mampu membangun hubungan emosional yang
positif, ditandai dengan adanya rasa percaya, kenyamanan, dan keterbukaan siswa
dalam berinteraksi. |
en_US |