| dc.description.abstract |
Modernisasi dan perkembangan industri kuliner menghadirkan berbagai produk minuman
modern yang menjadi tantangan bagi keberlangsungan kuliner tradisional, termasuk usaha
cendol. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi komunikasi pemasaran yang
diterapkan oleh pelaku usaha cendol tradisional Tanjung Mulia Hilir dalam
mempertahankan eksistensi usaha di tengah modernisasi. Penelitian ini menggunakan
metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemilik
usaha dan tiga pelanggan tetap yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling.
Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi
komunikasi pemasaran yang digunakan masih bersifat sederhana dan tradisional, dengan
mengandalkan komunikasi interpersonal dan word of mouth sebagai sarana utama promosi.
Pelaku usaha tidak menggunakan media iklan maupun promosi digital secara aktif, namun
tetap mampu mempertahankan eksistensi usaha melalui kualitas produk, pelayanan yang
ramah, serta hubungan baik dengan pelanggan. Strategi tersebut terbukti mampu menjaga
loyalitas pelanggan meskipun menghadapi persaingan minuman modern. |
en_US |