| dc.description.abstract |
Penelitian ini mengeksplorasi secara mendalam bagaimana peran orang tua
dimaknai dalam upaya pemulihan anak yang mengidap Rape Trauma Syndrome
(RTS) melalui lensa sinematik film "Hope" karya Lee Joon-ik. Dengan
menyandarkan analisis pada teori semiotika Charles Sanders Peirce, studi ini
membedah berbagai tanda visual dan naratif untuk mengungkap dinamika
psikologis yang terjadi di balik layar pemulihan trauma. Temuan penelitian
menunjukkan bahwa film ini merepresentasikan perjalanan RTS secara sangat
manusiawi, mulai dari fase kehancuran akut hingga upaya reorganisasi kehidupan
yang berat. Sosok ayah dan ibu digambarkan bukan sekadar pendamping,
melainkan pilar utama yang menyediakan ruang aman bagi korban; sang ayah
melalui pendekatan unik yang kreatif untuk memulihkan kepercayaan, sementara
sang ibu melalui dukungan emosional yang menjadi benteng pertahanan bagi
mentalitas anak. Lebih dari sekadar perjuangan internal keluarga, riset ini
memperlihatkan bahwa pemulihan sejati terjadi berkat adanya sinergi yang masif
dari lingkungan sosial, yang pada akhirnya membimbing korban menuju tahap
renormalisasi di mana ia kembali menemukan martabat dan harapan di tengah
komunitasnya. |
en_US |