Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi dengan permasalahan sosial yang terjadi di
Indonesia yaitu kemiskinan dimana kondisi masyarakatnya dari segi pemenuhan
kebutuhan dasar kurang memadai, banyak dampak dari kemiskinan ini salah
satunya permasalahan kesehatan stunting pada anak-anak dimana kondisi ini
merupakan gizi buruk yang melanda anak-anak di Indonesia akibat
kekurangannya asupan nutrisi yang dibutuhkan badan saat masa pertumbuhan.
Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui dan menganalisis
adaptasi ketahanan sosial ekonomi bagi keluarga miskin penerima program makan
bergizi gratis (MBG) di Desa Bandar Klippa, Deli Serdang Sumatera Utara. Teori
yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari Teori Ketahanan Sosial, Teori
Perlindungan Sosial dan Teori Modal Sosial. Penelitian ini memakai metode
penelitian Kualitatif dengan teknik pengambilan informasi menggunakan
purposive sampling, dimana peneliti memilih sendiri narasumber yang masuk ke
dalam kategori penelitian dan melakukan wawancara secara mendalam dengan
narasumber. Adapun hasil penelitian yang didapatkan adalah bahwa masyarakat
Desa Bandar Klippa yang menerima program MBG merasa terbantu dengan
hadirnya program ini. Kekhawatiran yang sebelumnya terjadi karena tidak sempat
membawakan bekal untuk anak sekolah dikarenakan ibu rumah tangga yang tidak
sempat memasak. Selain itu program ini juga memiliki dampak kecil bagi anak
sekolah yang terbiasa membeli jajanan di kantin, setelah adanya MBG anak
tersebut mengurangi uang saku yang dibawanya membuatnya menjadi hemat dan
uang tersebut bisa digunakan kembali keesokan harinya. Dengan pendapatan yang
cukup rendah, pengeluaran yang dilakukan untuk kategori uang saku sekolah anak
sedikit berkurang karena adanya MBG ini.