Abstract:
Pesatnya perkembangan teknologi informasi telah mengubah pola konsumsi media
masyarakat menuju konten audio-visual berdurasi pendek, yang kemudian
memunculkan fenomena Brainrot Culture. Paparan konten yang cepat dan
fragmentaris ini dikhawatirkan berdampak pada penurunan kemampuan kognitif,
khususnya dalam hal fokus dan konsentrasi di kalangan mahasiswa. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis seberapa besar hubungan yang
signifikan antara Intensitas konsumsi konten media sosial di Era Brain rot dengan
daya konsentrasi pada mahasiswa FISIP UMA. Metode penelitian yang digunakan
adalah kuantitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner kepada 73
responden mahasiswa FISIP UMA, yang dipilih menggunakan teknik purposive
sampling. Data dianalisis menggunakan uji regresi linear sederhana melalui
perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang
signifikan antara intensitas konsumsi TikTok terhadap daya konsentrasi mahasiswa
dengan nilai signifikansi 0,000. Berdasarkan hasil tersebut, maka hipotesis dalam
penelitian ini dinyatakan diterima. Temuan penelitian menunjukkan arah pengaruh
yang positif, yang mengindikasikan bahwa peningkatan intensitas penggunaan
berjalan selaras dengan tingkat daya konsentrasi yang dilaporkan secara mandiri
oleh responden. Hal ini diduga dipengaruhi oleh faktor stimulasi kognitif cepat dan
adanya bias persepsi diri responden. Variabel intensitas konsumsi TikTok
memberikan kontribusi sebesar 28,5% terhadap daya konsentrasi, sementara 71,5%
sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Penelitian ini
menyimpulkan bahwa meskipun terdapat pengaruh signifikan, mahasiswa perlu
tetap bijak dalam mengelola konsumsi media digital untuk menghindari dampak
jangka panjang dari fenomena brainrot.