Abstract:
Energi listrik merupakan kebutuhan vital, namun ketergantungan pada
sumber fosil menghadirkan masalah keterbatasan pasokan dan dampak
lingkungan. Sistem pembangkit hybrid berbasis mikrohidro dan surya menjadi
alternatif, tetapi menghadapi tantangan dalam optimalisasi distribusi daya agar
efisiensi dan keandalan tetap terjaga. Metode optimasi konvensional seperti GA
dan PSO masih memiliki keterbatasan dalam adaptasi terhadap kondisi
operasional yang dinamis. Penelitian ini menawarkan solusi melalui penerapan
Firefly Algorithm (FA) yang mampu mengeksplorasi ruang solusi lebih luas dan
konvergen lebih cepat. Dengan bantuan simulasi MATLAB, FA diharapkan dapat
meningkatkan efisiensi dan stabilitas pembangkit listrik hybrid, khususnya dalam
menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dengan kebutuhan beban. Hasil
penelitian ini diharapkan menjadi kontribusi nyata dalam pengembangan sistem
energi bersih yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui tingkat optimalisasi sistem pembangkit listrik hybrid berbasis
mikrohidro dan surya melalui penerapan metode optimasi Firefly Algorithm (FA)
dalam mengatur distribusi daya antar sumber energi. Untuk menganalisis efisiensi
hasil optimasi sistem pembangkit listrik hybrid berbasis mikrohidro dan surya
sebelum dan sesudah diterapkan metode Firefly Algorithm (FA) dengan bantuan
simulasi MATLAB. Penelitian ini dilakukan pada sebuah pembangkit Listrik
tenaga mikrohidro (PLTMH) yang terletak di Dusun Bintang Asih, Desa Rumah
Sumbul Tiga Juhar, Kecamatan STM Hulu, Kabupaten Deli Serdang. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Optimasi pembangkit listrik hybrid berbasis
Mikrohidro dan PV dengan implementasi Firefly Algorithm (FA) terbukti
meningkatkan distribusi daya dan efisiensi sistem. Pada tahun 2023 dan 2024,
daya optimal mendekati kebutuhan beban dengan efisiensi hingga 100%,
menunjukkan FA efektif menyeimbangkan pasokan energi terbarukan dengan
kebutuhan beban listrik. Pada tahun 2025, optimasi dengan FA menunjukkan
keterbatasan karena pasokan energi PV dan Mikrohidro menurun drastis, sehingga
daya optimal pada banyak bulan tidak tercapai (Total_opt = 0) dan efisiensi sistem
rendah. Hal ini menegaskan bahwa meskipun hasil sesudah optimasi berbantu
MATLAB lebih baik dibanding sebelum optimasi pada periode awal, keberhasilan
tetap sangat dipengaruhi oleh ketersediaan energi primer dan kapasitas baterai.
Dengan demikian, FA tidak dapat berdiri sendiri untuk menjamin kinerja sistem
hybrid secara berkelanjutan.