Abstract:
Pencemaran minyak pada permukaan air dapat menurunkan kualitas lingkungan
dan mengganggu proses pengolahan air. Oil skimmer merupakan perangkat yang
digunakan untuk memisahkan minyak dari air dengan memanfaatkan prinsip gaya
apung. Pada oil skimmer tipe drum roller, kedalaman roller menjadi parameter
penting karena berpengaruh terhadap efektivitas pemisahan minyak. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis besar gaya apung yang bekerja pada sistem serta
menentukan kedalaman roller pada variasi beban fluida sebesar 10 liter dan 15 liter.
Penelitian dilakukan pada waduk uji berukuran 4 × 3 meter melalui pengukuran
langsung terhadap kedalaman terendam pelampung, massa total sistem, gaya
apung, dan gaya berat. Perhitungan gaya apung dilakukan menggunakan Hukum
Archimedes untuk sistem dua fluida, yaitu minyak dan air, sedangkan kedalaman
roller ditentukan berdasarkan kondisi keseimbangan gaya (Fₐ = W). Hasil penelitian
menunjukkan bahwa gaya apung meningkat seiring bertambahnya beban fluida.
Pada beban 10 liter diperoleh gaya apung sebesar 389,81 N dengan kedalaman
roller 0,0415 m, sedangkan pada beban 15 liter nilai gaya apung meningkat menjadi
546,25 N dengan kedalaman roller 0,0476 m. Pada kedua kondisi tersebut, gaya
apung yang bekerja lebih besar dibandingkan gaya berat sistem (Fₐ > W), sehingga
oil skimmer dapat beroperasi secara keseimbangan. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa variasi beban fluida berpengaruh terhadap besar gaya apung dan kedalaman
roller. Kedalaman roller yang efektif dicapai ketika gaya apung mencukupi untuk
menopang sistem sehingga proses pemisahan minyak dari permukaan air dapat
berlangsung dengan baik.