Abstract:
Air merupakan kebutuhan utama dalam kehidupan sehari-hari sehingga kualitasnya
harus memenuhi standar yang layak untuk digunakan. Permasalahan kualitas air
yang masih rendah mendorong perlunya suatu sistem pengolahan dan pemantauan
yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan
sistem pengolahan serta monitoring kualitas air berbasis Internet of Things (IoT)
dengan memanfaatkan metode filtrasi dan penyinaran ultraviolet (UV). Parameter
yang diukur dalam penelitian ini meliputi pH, Total Dissolved Solids (TDS), warna
(RGB), dan suhu air. Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap
perancangan sistem, pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak, serta
pengujian sistem sebelum dan sesudah proses filtrasi dan penyinaran UV. Sistem
IoT yang dirancang memungkinkan data hasil pengukuran dikirim dan dimonitor
secara real-time melalui platform yang terhubung dengan jaringan internet. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa sebelum proses pengolahan, air memiliki kualitas
yang kurang baik dengan nilai pH rata-rata sebesar 4,06, TDS sebesar 259,8 ppm,
serta nilai warna RGB yaitu R = 789,6, G = 565,5, dan B = 397,6. Setelah melalui
proses filtrasi dan penyinaran UV, kualitas air mengalami peningkatan yang
signifikan dengan nilai pH menjadi 7,14, TDS menurun menjadi 43,9 ppm, serta
nilai warna RGB meningkat menjadi R = 839,6, G = 585,5, dan B = 407,6.
Sementara itu, suhu air relatif stabil pada kisaran 25,87°C selama proses pengujian.
Dengan demikian, sistem yang dirancang tidak hanya mampu meningkatkan
kualitas air secara efektif, tetapi juga memberikan kemudahan dalam proses
monitoring secara real-time berbasis IoT. Sistem ini diharapkan dapat menjadi
solusi alternatif dalam pengolahan dan pengawasan kualitas air.