| dc.description.abstract |
Modernisasi dan globalisasi telah mengubah cara masyarakat Sumatera Utara
berkomunikasi dan mengakses informasi, yang berpotensi menyebabkan pergeseran nilai
nilai budaya lokal akibat masuknya budaya asing. Situasi ini menimbulkan tantangan bagi
upaya pelestarian seni tari, terutama di kalangan generasi muda yang semakin terpengaruh
oleh budaya global. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi yang
dilakukan Sanggar Diamond Entertainment dalam melestarikan seni tari dan budaya
Sumatera Utara di era modernisasi dengan menggunakan teori Joseph A. DeVito. Melalui
pendekatan kualitatif, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran dan
pemahaman yang mendalam mengenai pola komunikasi yang digunakan Sanggar Diamond
Entertainment dalam melestarikan seni tari dan budaya Sumatera Utara. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi
untuk memastikan keabsahan data penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi tiga
jenis pola komunikasi, satu arah, dua arah, dan multi arah. Komunikasi satu arah digunakan
dalam pengajaran, memastikan pemahaman dasar melalui instruksi dari pelatih.
Komunikasi dua arah diimplementasikan selama latihan, memungkinkan anggota
berinteraksi dan memberikan umpan balik, menciptakan suasana pembelajaran yang
partisipatif. Komunikasi multi arah terjadi saat kolaborasi antar anggota dalam persiapan
pertunjukan, memperkuat solidaritas dan keterlibatan dalam pelestarian budaya. Penerapan
pola komunikasi yang fleksibel dan inovatif di Sanggar Diamond Entertainment terbukti
efektif dalam mendorong partisipasi komunitas dan meningkatkan kesadaran akan
pentingnya pelestarian seni dan budaya. Penelitian ini menekankan pentingnya strategi
komunikasi yang berkelanjutan dan pemanfaatan media digital dalam upaya pelestarian
budaya di tengah tantangan modernisasi. |
en_US |