Abstract:
Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media untuk
menyampaikan kritik sosial terhadap berbagai permasalahan dalam masyarakat.
Lirik lagu sering digunakan oleh musisi sebagai sarana untuk mengekspresikan
pandangan, kegelisahan serta kritik terhadap kondisi sosial, politik, maupun budaya
pada zamannya. Penelitian ini mengkaji representasi kritik sosial dalam lirik lagu
“Bongkar” karya Iwan Fals dan “Peradaban” karya .Feast melalui analisis wacana
kritis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk representasi kritik sosial
dalam lirik kedua lagu tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif dengan menggunakan teori analisis wacana kritis model Teun
A. Van Dijk. Data penelitian berupa teks lirik lagu “Bongkar” karya Iwan Fals dan
“Peradaban” karya .Feast yang dianalisis melalui tiga dimensi utama, yaitu struktur
teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lagu
Bongkar merepresentasikan kritik sosial secara langsung, tegas dan konfrontatif
tergadap praktik kekuasaan yang tidak adil. Sementara itu, lagu Peradaban
menyampaikan kritik sosial yang lebih reflektif, simbolik, dan menggambarkan
kegelisahan generasi muda terhadap masyarakat modern. Perbedaan tersebut
menunjukkan bahwa latar generasi, konteks sosial mempengaruhi cara
penyampaian kritik sosial dalam karya musik. Dengan demikian, musik dapat
menjadi media komunikasi sosial yang efektif dalam menyuarakan kritik dalam
realitas masyarakat.