Abstract:
Dunia perfilman ssat ini tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, namun juga
telah menjadi media yang sangat efektif dalam merepresentasikan berbagai
fenomena dan nilai-nilai sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Melalui kekuatan
visual dan narasi, sebuah film mampu menyampaikan pesan moral yang mendalam
kepada penontonnya. Penelitian ini secara khusus mengkaji fenomena tersebut
dalam karya audio visual yang berjudul "Representasi Nilai Sosial dalam Film
‘Lupa Daratan’ Ernest Prakasa dan Film ‘Impian Bagas’ Gugah Nurani Indonesia".
Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana nilai nilai sosial
dikonstruksikan dan ditampilkan dalam kedua film tersebut melalui sudut pandang
semiotika. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan
mendeskripsikan representasi nilai material, nilai vital, dan nilai spiritual yang
terkandung dalam setiap adegan kunci. Metode penelitian yang digunakan adalah
kualitatif deskriptif dengan analisis semiotika model Roland Barthes, yang
membedah tanda melalui tiga tingkatan makna: denotasi, konotasi, dan mitos.
Selain itu, penelitian ini menggunakan klasifikasi nilai sosial menurut Notonegoro
untuk memetakan pesan moral yang disampaikan. Teknik pengumpulan data
dilakukan melalui observasi mendalam (menyimak visual dan dialog) serta studi
dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai Material dalam kedua
film ini direpresentasikan melalui simbol-simbol fisik yang menunjukkan kondisi
ekonomi dan kebutuhan dasar tokoh. (2) Nilai Vital digambarkan melalui objek
atau aktivitas yang menjadi pendukung utama bagi tokoh dalam mempertahankan
kelangsungan hidup serta mengejar harapan. (3) Nilai Spiritual ditemukan dalam
bentuk pertimbangan logika (kebenaran) serta sikap moral (kebaikan) dalam
interaksi antarmanusia. Analisis ini mengungkap bagaimana unsur-unsur visual
dalam film digunakan untuk membangun narasi mengenai perjuangan hidup dan
etika sosial yang disesuaikan dengan latar belakang cerita masing-masing film.