| dc.description.abstract |
Kualitas Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit merupakan faktor penting
yang mempengaruhi kualitas hasil produksi minyak kelapa sawit. Dalam praktik
di lapangan, proses penilaian kualitas TBS masih sering dilakukan secara manual
melalui pengamatan fisik oleh pekerja kebun. Metode tersebut berpotensi
menimbulkan subjektivitas serta ketidakkonsistenan dalam menentukan tingkat
kematangan buah. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu
membantu proses klasifikasi kualitas TBS secara lebih objektif, cepat, dan
terstruktur.
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan teknik data mining
menggunakan algoritma Naive Bayes dalam mengklasifikasikan kualitas Tandan
Buah Segar (TBS) kelapa sawit berdasarkan atribut fisik yang diamati di
lapangan. Data yang digunakan merupakan data primer yang diperoleh melalui
observasi langsung pada kebun kelapa sawit dengan jumlah dataset sebanyak 300
sampel. Atribut yang digunakan dalam penelitian ini meliputi warna buah, berat
tandan, dan jumlah brondolan, dengan label kelas tingkat kematangan yaitu
mentah, matang, dan lewat matang. Dataset kemudian melalui tahap
preprocessing yang terdiri dari data cleaning, data selection, dan data
transformation sebelum dibagi menjadi data training sebesar 80% dan data testing
sebesar 20%.
Proses klasifikasi dilakukan menggunakan metode Gaussian Naive Bayes,
sedangkan evaluasi model dilakukan menggunakan Confusion Matrix dengan
metrik accuracy, precision, recall, dan F1-score. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa model yang dihasilkan mampu mengklasifikasikan kualitas TBS dengan
sangat baik dengan tingkat akurasi sebesar 100%. Sistem yang dibangun juga
mampu membantu proses penilaian kualitas TBS secara lebih cepat, objektif, dan
terstruktur dibandingkan metode manual. |
en_US |