| dc.description.abstract |
Meningkatnya kasus tawuran di Labuhan Deli menunjukkan perlunya
komunikasi publik yang efektif dari kepolisian untuk menjaga keamanan serta
membangun kepercayaan masyarakat. Namun, komunikasi yang kurang optimal
berpotensi menimbulkan kesenjangan informasi dan persepsi negatif di kalangan
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi masyarakat
terhadap komunikasi Polres Pelabuhan Belawan dalam menangani kasus tawuran
di Labuhan Deli. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik
pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan
dipilih secara purposive dari masyarakat setempat, dan analisis data dilakukan
melalui reduksi, penyajian, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa komunikasi Polres Pelabuhan Belawan belum sepenuhnya
efektif, ditandai dengan kurangnya kejelasan informasi, keterbukaan yang belum
konsisten, serta pendekatan komunikasi yang cenderung formal dan kurang
humanis. Kondisi ini mendorong masyarakat mencari informasi dari sumber lain
dan memengaruhi persepsi terhadap profesionalisme aparat. Persepsi tersebut
terbentuk melalui faktor internal dan eksternal, termasuk lingkungan sosial dan
media. Kesimpulannya, diperlukan peningkatan strategi komunikasi yang lebih
transparan, persuasif, dan partisipatif untuk memperkuat kepercayaan masyarakat
serta meningkatkan efektivitas penanganan tawuran. |
en_US |