| dc.description.abstract |
Ikan air tawar merupakan ikan yang dapat hidup dan menempati perairan daratan
(inland water) dengan salinitas 0-5 ppt seperti sungai, saluran irigasi, danau, waduk,
rawa dan sebagainya. Namun, penyakit ikan air tawar sering kali menjadi tantangan
serius yang dihadapi oleh pembudidaya. Infeksi yang disebabkan oleh bakteri,
virus, dan parasit merupakan masalah yang umum, menyebabkan penurunan
produksi dan kualitas ikan, serta kematian massal yang dapat mengakibatkan
kerugian ekonomi yang signifikan. Penggunaan bahan alami yang bersifat herbal
lebih efisien digunakan untuk menanggulangi penyakit bacterial, salah satu
tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengatasi penyakit bakterial pada ikan
budidaya adalah daun talas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas
metabolit sekunder daun talas (Colocasia esculenta L.) sebagai agen antimikroba
dalam mengatasi penyakit ikan air tawar. Penelitian ini menggunakan metode
penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya kandungan
metabolit sekunder pada daun talas berupa senyawa alkaloid dan flavonoid serta
adanya kemampuan agen antibakteri pada daun talas yang ditandai dengan adanya
daya hambat pada pemberian ekstrak fraksi metanol daun talas pada bakteri
Psedeumonas aeruginosa dengan konsentrasi sebanyak 100mg/ml mengahasilkan
daya hambat sebesar 1,4cm. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu daun talas
memiliki kandungan metabolit sekunder berupa alkaloid dan flavonoid serta
memiliki kemampuan sebagai agen anti bakteri pada bakteri Psedeumonas
aeruginosa. |
en_US |