| dc.description.abstract |
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya film horor religi di Indonesia
yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menyampaikan nilai moral dan
religius, khususnya terkait konsep ketakutan dan dosa. Film Siksa Kubur karya Joko
Anwar menjadi menarik untuk dikaji karena menghadirkan representasi ketakutan
yang kompleks dan sarat makna, sehingga memunculkan beragam interpretasi di
kalangan penonton. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana
resepsi penonton terhadap representasi ketakutan dan dosa dalam film tersebut,
dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana penonton memaknai pesan yang
disampaikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan
teknik pengambilan sampel snowball sampling. Data dikumpulkan melalui
wawancara mendalam, observasi nonverbal, dan dokumentasi, serta dianalisis
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resepsi
penonton terbagi dalam tiga posisi, yaitu dominant reading, negotiated reading, dan
oppositional reading. Pada posisi dominan, penonton menerima pesan moral terkait
hubungan antara dosa dan konsekuensinya. Pada posisi negosiasi, penonton
memahami pesan namun menyaringnya sesuai pengalaman pribadi. Sementara
pada posisi oposisi, penonton cenderung menolak pendekatan film yang dianggap
terlalu menekankan rasa takut. Kesimpulannya, resepsi penonton bersifat beragam
dan dipengaruhi oleh latar belakang serta pengalaman individu, sehingga makna
yang dihasilkan tidak bersifat tunggal melainkan plural dan dinamis. |
en_US |