Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan filter beauty
Instagram, tingkat komunikasi self-disclosure, serta dampak penggunaan filter
beauty Instagram terhadap komunikasi self-disclosure pada siswi SMKS
Multikarya Medan. Latar belakang penelitian ini didasari oleh meningkatnya
penggunaan fitur filter beauty berbasis Augmented Reality (AR) di kalangan
remaja perempuan yang secara langsung memengaruhi cara mereka menampilkan
diri dan berkomunikasi di media sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah seluruh siswi
perempuan SMKS Multikarya Medan yang berjumlah 196 siswi, dengan sampel
sebanyak 66 siswi yang diambil menggunakan teknik simple random sampling
melalui rumus Slovin (e = 10%). Pengumpulan data dilakukan menggunakan
kuesioner dengan skala Likert empat tingkat. Teknik analisis data meliputi
statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, uji normalitas, uji korelasi
Pearson, analisis regresi linear sederhana, uji T, dan koefisien determinasi (R²).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) tingkat penggunaan filter beauty
Instagram pada siswi SMKS Multikarya berada pada kategori sedang hingga
tinggi dengan nilai rata-rata berkisar antara 2,44 hingga 3,06; (2) tingkat
komunikasi self-disclosure berada pada kategori sedang dan cenderung rendah
dengan nilai rata-rata berkisar antara 2,12 hingga 2,80; (3) terdapat dampak yang
positif dan signifikan secara statistik antara penggunaan filter beauty Instagram
terhadap komunikasi self-disclosure, dibuktikan dengan nilai koefisien korelasi
Pearson r = 0,364 (sig. 0,003 < 0,05), nilai t hitung 3,129 > t tabel 1,998, dan nilai
R² = 0,133 atau 13,3%. Meskipun signifikan, kekuatan hubungan tergolong lemah
sehingga filter beauty Instagram merupakan salah satu faktor pendukung, bukan
faktor dominan, dalam komunikasi self-disclosure siswi di media sosial.