Abstract:
Komunikasi organisasi memegang peran strategis dalam menjaga kualitas produksi,
terutama di lingkungan industri pengolahan karet yang menuntut ketelitian dan
kepatuhan terhadap standar mutu yang ketat. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh
kompleksitas sistem kerja di PT. Bridgestone Sumatera Rubber Estate, di mana
koordinasi antara pimpinan dan karyawan Departemen Quality Control (QC)
menjadi faktor penentu konsistensi kualitas produksi karet. Rumusan masalah
penelitian ini adalah bagaimana komunikasi organisasi antara pimpinan dengan
karyawan dalam menjaga kualitas produksi karet di PT. Bridgestone Sumatera
Rubber Estate, dengan tujuan untuk mendeskripsikan efektivitas komunikasi
tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi
terhadap satu pimpinan dan empat karyawan Departemen QC. Data dianalisis
melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa komunikasi organisasi berjalan efektif melalui
empat fungsi komunikasi organisasi, yaitu informatif melalui briefing shift, diskusi
visual, dan grup WhatsApp; regulatif melalui sosialisasi SOP berbasis flowchart
secara partisipatif; persuasif melalui pendekatan diagnostik saat terjadi pelanggaran
prosedur; serta integratif melalui sistem komunikasi dua arah yang diformalkan
dalam form pelaporan. Temuan khas penelitian ini adalah penerapan sistem
HORENSO (Houkoku, Renraku, Soudan) yang menjadikan tanggung jawab
komunikasi tidak sekadar menyampaikan pesan, tetapi memastikan pesan dipahami
oleh penerima, serta prosedur SPT (Stop, Panggil, Tunggu) sebagai mekanisme
komunikasi darurat yang terstandar. Simpulan penelitian ini adalah komunikasi
organisasi yang terstruktur, dua arah, dan berbasis budaya kerja yang kuat
berkontribusi langsung terhadap keberhasilan pengendalian kualitas produksi karet.