Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Fear of Missing Out
(FOMO) terhadap aktivisme digital dalam tren Brave Pink Hero Green di kalangan
mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Fenomena ini
muncul seiring meningkatnya penggunaan media sosial pada generasi Z yang
menjadikannya sebagai ruang ekspresi, interaksi, serta partisipasi sosial. FOMO
sebagai kondisi psikologis berupa rasa cemas akan tertinggal informasi mendorong
mahasiswa untuk terlibat dalam tren yang sedang viral di media sosial. Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik
pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi digital, dan
dokumentasi terhadap aktivitas mahasiswa di media sosial. Analisis data
menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian
data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO
berperan dalam mendorong keterlibatan mahasiswa dalam aktivisme digital, seperti
mengubah foto profil, membagikan konten, dan berpartisipasi dalam diskusi daring.
Namun, keterlibatan tersebut cenderung bersifat simbolik dan belum sepenuhnya
disertai pemahaman mendalam terhadap isu yang diangkat. FOMO menjadi salah
satu faktor yang membentuk pola partisipasi digital mahasiswa, sehingga
diperlukan kesadaran kritis agar keterlibatan tersebut lebih bermakna.