Abstract:
Perkembangan media sosial, khususnya TikTok, membuat berbagai peristiwa dapat
dengan cepat tersebar dan menjadi viral di masyarakat, termasuk peristiwa yang
terjadi di lingkungan sekolah. Salah satu video yang viral menampilkan tindakan
kepala sekolah yang menampar siswa sehingga menimbulkan berbagai persepsi di
kalangan siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi siswa terhadap
tayangan media sosial viral kepala sekolah menampar siswa di SMA Negeri 13
Medan. Penelitian ini menggunakan Teori Stimulus-Organism-Response (SOR)
yang menjelaskan bahwa tayangan media sosial sebagai stimulus dapat
memengaruhi proses pemahaman dan reaksi individu sehingga menghasilkan
respons tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan
pendekatan kuantitatif melalui penyebaran angket kepada 63 responden dan
pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada 5 informan yang dipilih
menggunakan teknik purposive sampling. Indikator penelitian meliputi persepsi
siswa yang terdiri dari aspek kognitif, afektif, dan konatif, serta karakteristik
tayangan media sosial yang meliputi durasi, tindakan/aksi, dan sudut pandang
tayangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi siswa terhadap tayangan
video viral tersebut cenderung beragam. Sebagian siswa memandang tindakan
tersebut sebagai bentuk pendisiplinan, sementara sebagian lainnya menilai tindakan
tersebut kurang tepat dilakukan di lingkungan sekolah. Selain itu, tayangan video
viral tersebut tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan sikap
atau perilaku siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar di sekolah.