Abstract:
Program Kampung Iklim (ProKlim) merupakan kebijakan nasional yang
menekankan keterlibatan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan
iklim melalui kegiatan berbasis lingkungan di tingkat lokal. Keberhasilan
pelaksanaan program ini tidak hanya ditentukan oleh partisipasi masyarakat, tetapi
juga oleh kemampuan organisasi pemerintah daerah dalam menjalankan fungsi
manajerial, khususnya fungsi organizing. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis efektivitas fungsi organizing dalam pelaksanaan Program Kampung
Iklim (ProKlim) di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Karo. Penelitian ini
menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data
melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi. Informan
penelitian meliputi pimpinan dan pejabat struktural Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Karo serta pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan
ProKlim. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data,
serta penarikan kesimpulan secara sistematis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
fungsi organizing dalam pelaksanaan ProKlim di Dinas Lingkungan Hidup
Kabupaten Karo telah berjalan, namun belum sepenuhnya optimal. Pembagian
tugas antarbidang masih belum terintegrasi secara menyeluruh, dan koordinasi
lintas sektor belum berlangsung secara konsisten. Kondisi tersebut berdampak pada
pelaksanaan ProKlim yang cenderung terfokus pada kegiatan tertentu, seperti
pengelolaan sampah, sementara aspek adaptasi dan mitigasi perubahan iklim
lainnya belum dikembangkan secara seimbang. Oleh karena itu, penguatan struktur
organisasi, kejelasan peran, serta peningkatan mekanisme koordinasi lintas pihak
menjadi faktor penting untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan Program
Kampung Iklim di Kabupaten Karo.