| dc.description.abstract |
Fenomena konflik sosial dalam bentuk tawuran masih menjadi permasalahan
kompleks di masyarakat, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kondisi
psikososial. Hambatan psikososial seperti lemahnya kontrol sosial, rendahnya
kualitas interaksi, dan tekanan lingkungan diduga berkontribusi terhadap konflik.
Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hambatan psikososial masyarakat
terhadap konflik sosial (tawuran). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
manfaat sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat, pemerintah, dan lembaga
terkait dalam merancang pencegahan konflik sosial melalui pendekatan psikososial
dan peningkatan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan
kuantitatif dengan metode survei dengan 72 orang responden. Teknik analisis data
yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Sebelum dilakukan
analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji
normalitas dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model regresi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hambatan Psikososial Masyarakat
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konflik Sosial (Tawuran). Hal ini
dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<
0,1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil uji koefisien
determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,548 yang berarti bahwa 54,8% variasi
Konflik Sosial (Tawuran) dapat dijelaskan oleh Hambatan Psikososial Masyarakat,
sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hambatan Psikososial Masyarakat
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konflik Sosial (Tawuran). Hal ini
dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (<
0,1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil uji koefisien
determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,548 yang berarti bahwa 54,8% variasi
Konflik Sosial (Tawuran) dapat dijelaskan oleh Hambatan Psikososial Masyarakat,
sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini.
Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi psikososial
masyarakat memiliki peran yang signifikan dalam memicu konflik sosial. Semakin
tinggi hambatan psikososial, maka semakin tinggi pula potensi terjadinya tawuran. |
en_US |