Research Repository

DAMPAK HAMBATAN PSIKOSOSIAL MASYARAKAT TERKAIT MARAKNYA TAWURAN DI MEDAN BELAWAN

Show simple item record

dc.contributor.author -, SOLIA
dc.date.accessioned 2026-05-21T04:09:23Z
dc.date.available 2026-05-21T04:09:23Z
dc.date.issued 2026-03-11
dc.identifier.uri http://repository.umsu.ac.id/handle/123456789/31124
dc.description.abstract Fenomena konflik sosial dalam bentuk tawuran masih menjadi permasalahan kompleks di masyarakat, yang dipengaruhi oleh faktor eksternal dan kondisi psikososial. Hambatan psikososial seperti lemahnya kontrol sosial, rendahnya kualitas interaksi, dan tekanan lingkungan diduga berkontribusi terhadap konflik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh hambatan psikososial masyarakat terhadap konflik sosial (tawuran). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai bahan pertimbangan bagi masyarakat, pemerintah, dan lembaga terkait dalam merancang pencegahan konflik sosial melalui pendekatan psikososial dan peningkatan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dengan 72 orang responden. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana. Sebelum dilakukan analisis regresi, terlebih dahulu dilakukan uji asumsi klasik yang meliputi uji normalitas dan uji heteroskedastisitas untuk memastikan kelayakan model regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hambatan Psikososial Masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konflik Sosial (Tawuran). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,548 yang berarti bahwa 54,8% variasi Konflik Sosial (Tawuran) dapat dijelaskan oleh Hambatan Psikososial Masyarakat, sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hambatan Psikososial Masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap Konflik Sosial (Tawuran). Hal ini dibuktikan dengan hasil uji t yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,001 (< 0,1), sehingga hipotesis penelitian diterima. Selain itu, hasil uji koefisien determinasi (R²) menunjukkan nilai sebesar 0,548 yang berarti bahwa 54,8% variasi Konflik Sosial (Tawuran) dapat dijelaskan oleh Hambatan Psikososial Masyarakat, sedangkan sisanya sebesar 45,2% dipengaruhi oleh faktor lain di luar penelitian ini. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kondisi psikososial masyarakat memiliki peran yang signifikan dalam memicu konflik sosial. Semakin tinggi hambatan psikososial, maka semakin tinggi pula potensi terjadinya tawuran. en_US
dc.publisher umsu en_US
dc.subject Hambatan Psikososial en_US
dc.subject Konflik Sosial en_US
dc.title DAMPAK HAMBATAN PSIKOSOSIAL MASYARAKAT TERKAIT MARAKNYA TAWURAN DI MEDAN BELAWAN en_US
dc.type Thesis en_US


Files in this item

This item appears in the following Collection(s)

Show simple item record

Search DSpace


Advanced Search

Browse

My Account