| dc.description.abstract |
Penelitian ini didasarkan pada kondisi lingkungan sosial yang masih didominasi
oleh penggunaan bahasa yang kurang pantas, sehingga berpotensi memengaruhi
perkembangan bahasa anak usia dini yang cenderung meniru lingkungan
sekitarnya.Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode
deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan
dokumentasi. Informan dalam penelitian ini terdiri dari 5 orang tua sebagai
informan utama dan 1 orang tokoh masyarakat sebagai informan pendukung yang
dipilih berdasarkan keterlibatan langsung dalam pengasuhan anak serta
pemahaman terhadap kondisi lingkungan sosial. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa pola komunikasi orang tua dalam pengasuhan anak usia dini cenderung
mengarah pada pola komunikasi demokratis, yang ditandai dengan adanya
komunikasi dua arah, pemberian penjelasan, serta pendekatan yang tidak otoriter.
Intensitas komunikasi yang dilakukan secara rutin menjadi faktor penting dalam
mengawasi dan mengarahkan perilaku bahasa anak. Orang tua juga berperan
dalam membatasi penggunaan bahasa yang tidak pantas melalui teguran,
pemberian contoh, serta pengawasan lingkungan pergaulan anak. Namun,
pengaruh lingkungan sosial yang kuat menjadi tantangan utama dalam
membentuk perilaku bahasa anak, sehingga anak masih berpotensi meniru bahasa
vulgar dari lingkungan sekitarnya. Perubahan perilaku anak menunjukkan adanya
perkembangan ke arah positif, meskipun belum sepenuhnya konsisten.
Penanaman nilai sopan santun dilakukan melalui pembiasaan dan keteladanan,
namun masih perlu ditingkatkan secara lebih mendalam dan berkelanjutan. |
en_US |