| dc.description.abstract |
Proses pembelajaran di Sekolah Menengah Pertama (SMP) tidak hanya berfokus
pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter dan
perkembangan emosional siswa. Pada fase ini, siswa masih berada pada tahap
perkembangan emosi yang labil sehingga membutuhkan komunikasi yang tepat
dari guru. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana
strategi komunikasi mindfulness guru dalam meningkatkan kecerdasan emosional
siswa di SMP Muhammadiyah Stabat. Penelitian ini menggunakan metode
kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan
melalui wawancara mendalam dan observasi. Subjek penelitian terdiri dari guru,
sedangkan informan penelitian adalah siswa yang terlibat langsung dalam proses
pembelajaran. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi
mindfulness guru diterapkan melalui kesadaran emosi diri, empati dalam
berkomunikasi, pemahaman terhadap latar belakang siswa, serta kemampuan
memberikan respons yang tenang dan tidak menghakimi. Guru juga menciptakan
suasana kelas yang nyaman dan memberikan ruang bagi siswa untuk
mengekspresikan perasaan dan pendapat mereka. Penerapan komunikasi
mindfulness tersebut memberikan dampak positif terhadap kecerdasan emosional
siswa, yang terlihat dari kemampuan siswa dalam mengenali emosi, mengelola
emosi, menunjukkan empati, serta membangun hubungan sosial yang lebih baik di
lingkungan sekolah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa strategi
komunikasi mindfulness guru memiliki peran penting dalam mendukung
perkembangan kecerdasan emosional siswa dalam proses pembelajaran di SMP. |
en_US |