Abstract:
Peningkatan kebutuhan energi listrik yang tidak selalu diimbangi dengan
ketersediaan pasokan mendorong pemanfaatan energi terbarukan, salah satunya
Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kebutuhan energi listrik rumah tangga, merancang kapasitas sistem
PLTS, serta mengevaluasi kelayakan teknis dan ekonomis penerapannya pada
rumah berkapasitas 1300 VA di Kecamatan Buntu Pane, Kabupaten Asahan.
Metode penelitian dilakukan dengan menghitung total beban listrik harian
berdasarkan pola pemakaian (load profile), kemudian menentukan kapasitas PLTS
menggunakan pendekatan Equivalent Sun Hours (ESH) serta memperhitungkan
rugi-rugi sistem. Analisis ekonomis dilakukan dengan parameter Net Present Cost
(NPC), Levelized Cost of Energy (LCOE), dan perbandingan terhadap tarif listrik
PLN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan energi listrik rumah tangga
sebesar 7,23 kWh per hari atau 2.638,95 kWh per tahun. Kapasitas PLTS yang
direkomendasikan sebesar ±2 kWp yang terdiri dari 20 modul panel surya 100 Wp
dan sistem penyimpanan 10 kWh. Secara teknis, sistem mampu memenuhi
kebutuhan energi dengan tingkat keandalan yang baik. Dari sisi ekonomis,
diperoleh investasi awal sebesar Rp50.000.000 dengan nilai NPC sekitar Rp71,1
juta dan LCOE sebesar Rp2.523/kWh, yang masih lebih tinggi dibandingkan tarif
listrik PLN. Dengan demikian, penerapan PLTS pada rumah tangga 1300 VA
dinilai layak secara teknis, namun secara ekonomis masih belum sepenuhnya
kompetitif. Meskipun demikian, PLTS tetap memiliki nilai strategis dalam
mendukung keberlanjutan energi, mengurangi emisi, serta meningkatkan
kemandirian dan keandalan pasokan listrik.