Abstract:
Pembangunan sektor pertanian berkelanjutan di wilayah pesisir merupakan
tantangan sekaligus peluang dalam upaya meningkatkan kesejahteraan
masyarakat, khususnya di desa-desa maritim yang memiliki keterbatasan sumber
daya lahan dan tekanan ekologis yang tinggi. Desa Perlis, Kabupaten Langkat,
sebagai desa pesisir dengan karakteristik maritim, menghadapi dinamika
pembangunan ekonomi yang kompleks, di mana sebagian besar masyarakat
menggantungkan hidup pada sektor pertanian dan perikanan dengan tingkat
pendapatan yang relatif fluktuatif. Kondisi ini menuntut adanya pendekatan
pembangunan pertanian yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi,
tetapi juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan, sosial, dan ekonomi
sebagaimana ditekankan dalam perspektif ekonomi hijau.
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengembangan pertanian
berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan pendapatan masyarakat Desa Perlis
dalam perspektif ekonomi hijau. Secara khusus, penelitian ini menganalisis
kondisi pertanian di wilayah pesisir Desa Perlis, bentuk-bentuk praktik pertanian
berkelanjutan yang diterapkan oleh masyarakat, kontribusi pertanian terhadap
peningkatan pendapatan masyarakat, serta keterkaitan antara praktik pertanian
tersebut dengan prinsip-prinsip ekonomi hijau dan pembangunan ekonomi lokal.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif
analitis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam
dengan informan kunci yang terdiri dari petani, tokoh masyarakat, aparat desa,
dan pihak terkait lainnya, observasi lapangan, serta studi dokumentasi. Analisis
iv
data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan
kesimpulan secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan pertanian
berkelanjutan di Desa Perlis telah mulai diterapkan secara sederhana melalui
pemanfaatan lahan pesisir, penggunaan input pertanian yang relatif ramah
lingkungan, serta pola tanam yang menyesuaikan dengan kondisi alam pesisir.
Praktik pertanian tersebut berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan
masyarakat, meskipun belum optimal akibat keterbatasan modal, teknologi, dan
akses pasar. Dalam perspektif ekonomi hijau, pengembangan pertanian
berkelanjutan di Desa Perlis berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi lokal
yang inklusif dan berwawasan lingkungan, namun masih memerlukan penguatan
kebijakan, pendampingan kelembagaan, serta sinergi antara pemerintah desa,
masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya. Penelitian ini menyimpulkan
bahwa pertanian berkelanjutan dapat menjadi instrumen strategis pembangunan
ekonomi desa maritim apabila dikembangkan secara terintegrasi dengan prinsip
ekonomi hijau.