Abstract:
Kedisiplinan belajar siswa di MTs Al-Ihya Batubara masih menunjukkan berbagai bentuk ketidakoptimalan, seperti keterlambatan, kurangnya konsentrasi, serta pelanggaran aturan belajar, yang mengindikasikan perlunya pola komunikasi guru yang lebih efektif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola komunikasi guru berbasis model perception-checking dalam membangun kedisiplinan belajar siswa, di mana konsep perception-checking diadopsi dari teori komunikasi interpersonal Wood yang menekankan pentingnya klarifikasi persepsi untuk menghindari kesalahpahaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap guru, siswa, serta pihak sekolah sebagai informan, dengan analisis data melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi guru cenderung bersifat interpersonal, dialogis, dan empatik melalui interaksi dua arah yang membuka ruang bagi siswa untuk menyampaikan kondisi mereka. Penerapan model perception-checking dilakukan melalui tiga tahapan utama, yaitu penyampaian persepsi awal tanpa menghakimi, pemberian alternatif penafsiran, serta klarifikasi langsung, yang terbukti mampu meminimalkan kesalahpahaman dan menciptakan komunikasi yang terbuka dan konstruktif. Selain itu, pendekatan komunikasi yang tidak menghakimi berpengaruh signifikan terhadap pembentukan kedisiplinan belajar siswa, di mana kedisiplinan tidak hanya terbentuk karena aturan eksternal, tetapi juga berkembang sebagai kesadaran internal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pola komunikasi guru berbasis perception-checking menurut teori komunikasi interpersonal Wood merupakan strategi yang efektif dalam membangun kedisiplinan belajar siswa secara berkelanjutan.